Jokowi: Semua Kepala Negara Kini Pusing & Rambut Makin Putih

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
30 November 2022 16:25
16 November 2022, Indonesia, Nusa Dua/Bali: German Chancellor Olaf Scholz (fl, SPD), Joe Biden, President of the United States of America USA, and Joko Widodo, President of Indonesia, talk on the sidelines of the G20 summit in the Tahura Ngurah Rai mangrove forest. The Foto: (Getty I/picture alliance)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan banyaknya Kepala Negara pusing memikirkan situasi perekonomian dunia yang kini kacau balau. Tidak hanya negara berkembang namun juga sederet negara maju.

Hal tersebut diketahui Jokowi ketika Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali yang berlangsung beberapa waktu lalu.

"Dari pertemuan di G20 kemarin bertemu dengan seluruh Kepala Negara, PDB terbesar di dunia saya menyimpulkan semuanya pusing," kaya Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

"Semuanya pusing bener, saya melihat kerutan wajah tambah semua rambut tambah putih semua," terang Jokowi.

Situasi global dipenuhi ketidakpastian. Pandemi covid-19 yang belum sepenuhnya selesai, perang Rusia dan Ukraina juga tidak tahu kapan akan berakhir hingga pengetatan kebijakan moneter.

"Memang situasi global ini confirm tidak pasti, masih tidak pasti ruwet, complicated, sulit dihitung sulit diprediksi, gak ada yang bisa menghitung dan prediksi berada di angka berapa gak jelas. Sehingga tadi semuanya pusing," pungkasnya.

Jokowi mencontohkan dengan harga minyak dunia. Banyak prediksi yang muncul, namun tidak ada yang benar. "Saya tanya produsen minyak yang gede gede gak bisa memprediksi," imbuhnya.

Presiden Joko Widodo Saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022. (Tangkapan Layar via Youtube Bank Indonesia)Foto: Presiden Joko Widodo Saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022. (Tangkapan Layar via Youtube Bank Indonesia)

Maka dari itu, Jokowi menuturkan semua pihak, khususnya regulator harus hati-hati. Ekonomi Indonesia memang masih kuat sekarang, namun bukan berarti akan kebal terhadap tekanan yang datang dari luar ke depannya.

"2023 betul betul kita harus waspada. Saya setuju harus optimis tapi harus tetap hati hati dan waspada," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi Berubah, Jokowi: Butuh Pemikirian yang Abu Nawas!


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading