Kantor Pajak 'Pede' Target Setoran Rp1.485 T di 2022 Tercapai

News - Anisa Sopiah, CNBC Indonesia
29 November 2022 18:40
Jelang Batas Akhir, Wajib Pajak Mulai Melaporkan SPT Tahunannya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Suasana pelaporan SPT di salah satu kantor pajak, beberapa waktu lalu (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Batam, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan meyakini target penerimaan pajak 2022 senilai Rp 1.485 triliun dapat tercapai. Demikian disampaikan Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Neilmadrin Noor dalam media gathering di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (29/11/2022).



"Kita lihat 31 Oktober kita sudah menuju 97,5%, sudah disampaikan di konferensi pers APBN kemarin. Ibu menteri (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati) menyampaikan bahwa masih optimis walaupun tetap harus waspada. Atas dasar itu, kalau kita lihat ini masih ada satu bulan, dikatakan 97,5%, kita bisa berharap kita bisa punya optimisme bahwa nanti angka Rp 1.485 triliun ini bisa tercapai," jelasnya.

"Tapi ini hanya kemungkinan prognosanya (penerimaan pajak) akan tercapai. Kita sendiri belum tahu nanti ketika tercapai akan diumumkan ibu menteri. Ini optimisme kita saja," tambahnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (24/11/2022), Sri Mulyani mengatakan kenaikan pajak hingga Oktober 2022, total penerimaan pajak Rp 1.448,2 triliun atau 97,5% dari target.

"Growth-nya 51,8%, naik yang luar biasa," tegasnya.

Menurut Sri Mulyani, kinerja positif penerimaan pajak ini didorong oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis rendah di tahun 2021, serta hasil implementasi Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).

Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo mengatakan, terdapat 272 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dari total 352 KPP yang telah memenuhi target penerimaan. Dia optimis 80 KPP lainnya juga dapat mencapai target sehingga dapat mengisi kekurangan penerimaan pajak Rp 160 triliun akhir tahun ini.

"Kita akan upayakan semaksimal mungkin. Insya Allah kalau Tuhan mengizinkan akan terlaksana dengan baik," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Catat! Per 1 Januari 2024, Seluruh Transaksi Pajak Pakai NIK


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading