G7 Berikan Batasan Harga Minyak ke Rusia, Ampuh?

News - Thea Arbar, CNBC Indonesia
25 November 2022 21:40
Jokowi di G7, Disapa & Dirangkul Mesra Joe Biden Foto: Jokowi di G7, Disapa & Dirangkul Mesra Joe Biden

Jakarta, CNBC Indonesia - Batas harga yang diusulkan negara-negara Kelompok Tujuh (G7) sebesar US$65-US$70 (sekitar Rp1 jutaan) per barel pada minyak Rusia akan berdampak kecil pada pendapatan Moskow.

Menurut lima sumber industri yang mengetahui hal tersebut mengatakan Rusia telah memiliki pembeli lain, yakni beberapa negara Asia seperti China dan India, sehingga batas harga G70 tak mampu membuat Moskow kelimpungan.

Data kementerian keuangan negara itu memaparkan ekspor minyak dan gas diperkirakan menyumbang 42% dari pendapatan Rusia tahun ini sebesar 11,7 triliun rubel, naik dari 36% atau 9,1 triliun rubel pada tahun 2021.

Tujuan dari pembatasan harga adalah untuk menghilangkan pendapatan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mendanai serangan militer di Ukraina, tanpa menyebabkan gangguan besar pada pasar minyak global yang akan mendorong harga energi lebih tinggi.

Negara G7, termasuk Amerika Serikat, serta seluruh Uni Eropa dan Australia, berencana untuk menerapkan batasan harga pada ekspor minyak Rusia melalui laut pada 5 Desember.

India telah muncul sebagai pembeli tunggal terbesar kedua setelah China atas minyak Rusia sejak konflik dimulai pada Februari. Penyuling India telah menggantikan penyuling di negara-negara yang telah memberlakukan sanksi atas impor minyak mentah Rusia, atau menjauhi minyak mentah Rusia untuk menghindari publisitas negatif.

"Beberapa penyulingan India membayar setara dengan diskon sekitar US$25 hingga US$35 per barel untuk patokan internasional minyak mentah Brent untuk minyak mentah Ural Rusia," kata dua sumber, mengutip Reuters. Ural adalah minyak mentah ekspor utama Rusia.

Dengan Brent diperdagangkan sekitar US$85 per barel pada Rabu, itu berarti harga $50-$60 per barel Ural, yang berada di bawah batas.

Pedoman Departemen Keuangan AS yang diterbitkan pada Selasa mengatakan batas tersebut akan ditempatkan pada apa yang dikenal sebagai harga Free on Board (FOB), yang tidak termasuk biaya asuransi dan pengiriman. Ini akan menjadi harga minyak mentah yang akan dijual jika pembeli pergi dan mengambilnya dari Rusia.

Pedoman Departemen Keuangan AS juga tidak mengizinkan pembeli di negara-negara yang telah memberlakukan sanksi terhadap impor minyak mentah Rusia, seperti di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, untuk membeli minyak Rusia bahkan di bawah batas harga.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penampakan Putin Telanjang Dada yang Bikin Heboh di KTT G7


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading