Tol Milik Gudang Garam Bentar Lagi Dibangun, Ini Updatenya

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
25 November 2022 10:15
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama badan usaha jalan tol terus mempercepat penyelesaikan pembangunan ruas-ruas tol baru pada kawasan metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Saat ini enam ruas tol telah memasuki tahap akhir penyelesaian untuk segera dioperasikan dan siap diresmikan pada bulan November dan Desember 2020 yang akan datang.(Dok. Kementerian PUPR) Foto: Ilustrasi Jalan Tol (Dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,51 km masih dalam proses tender. Rencananya tahun depan akan dilakukan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

"Untuk tol Kediri-Tulung Agung rencana PPJT di kuartal-IV tahun 2023," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, kepada CNBC Indonesia, Kamis (25/11/2022).

Mengutip laporan BPJT per November 2022, progres tender tol Kediri Tulung Agung masih dalam evaluasi Dokumen Prakualifikasi Peserta. Di mana PT Gudang Garam Tbk sudah dinyatakan sebagai pemenang tahapan prakualifikasi tender.

Nantinya setelah proses PPJT akan dilanjutkan dengan proses pendanaan, perencanaan teknis hingga pelaksanaan konstruksi. Sehingga untuk masa konstruksi masih membutuhkan waktu yang lebih panjang.

Untuk diketahui tol yang berada di provinsi Jawa Timur ini menghubungkan kota Kediri dan kabupaten Kediri dengan Kabupaten Tulung Agung. Tol ini juga merupakan proyek KPBU atau prakarsa dari PT Gudang Garam Tbk.

Mengutip laman Kementerian Keuangan, proyek ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lampingan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Tol ini juga merupakan lanjutan dari tol Kertosono-Kediri yang akan melintasi kawasan bandara Dhoho di Banyakan, Kabupaten Kediri. Adapun nilai investasi tol ini mencapai Rp 10,25 triliun untuk 50 tahun masa konsesi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Cuma Bos Gudang Garam, Ini Proyek Konglomerat di RI


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading