Internasional

Pembatasan Harga Minyak Rusia: Eropa Galau, AS Tak Sabar

News - luc, CNBC Indonesia
23 November 2022 09:10
A view shows oil tanks of Transneft oil pipeline operator at the crude oil terminal Kozmino on the shore of Nakhodka Bay near the port city of Nakhodka, Russia August 12, 2022. REUTERS/Tatiana Meel Foto: Mangki minyak operator pipa minyak Transneft di terminal minyak mentah Kozmino di pantai Teluk Nakhodka dekat kota pelabuhan Nakhodka, Rusia. (REUTERS/Tatiana Meel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara Kelompok Tujuh atau G7 akan segera menjalankan kebijakan pembatasan harga ekspor minyak Rusia melalui laut pada 5 Desember mendatang. Namun, belum jelas berapa batas atasnya.

Seorang pejabat senior Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengatakan G7 harus segera mengumumkan batasan harga pada ekspor minyak Rusia dan koalisi mungkin akan menyesuaikan level tersebut beberapa kali dalam setahun.

Adapun, pembatasan tersebut bertujuan untuk mengurangi pendapatan Rusia yang tengah berperang di Ukraina, tanpa mengurangi aliran minyak ke pasar global sekaligus melindungi harga dari lonjakan.

Untuk pembatasan ekspor produk minyak Rusia, akan mulai dilakuakn pada 5 Februari mendatang.

Pejabat Departemen Keuangan itu mengatakan Uni Eropa sedang berkonsultasi dengan anggota mengenai batasan harga.

"Harapan kami adalah mereka akan segera menyelesaikan konsultasi itu dan menempatkan kami pada posisi di mana seluruh koalisi kami dapat mengumumkan harga," kata pejabat itu, dikutip Reuters, Rabu (23/11/2022).

Batas harga G7 akan memungkinkan perusahaan untuk menyediakan layanan termasuk asuransi, pengiriman, dan pembiayaan impor minyak Rusia kepada anggota koalisi, selama pembelian minyak bumi tersebut berada di bawah batas harga.

Koalisi telah sepakat untuk menetapkan harga tetap pada minyak Rusia ketimbang tarif mengambang dengan diskon langsung ke indeks harga minyak.

Pejabat itu mengatakan Washington tidak mengharapkan Rusia untuk membalas dengan menahan ekspor minyak, seperti yang diperingatkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin akan terjadi. Langkah seperti itu dapat membuat harga minyak dunia lebih tinggi, tetapi berisiko merusak ladang minyak Rusia.

"Kami tidak punya alasan untuk mengharapkan mereka melakukan itu karena, pada akhirnya, itu bukan kepentingan mereka," kata pejabat Departemen Keuangan itu.

Sementara itu, berhubung UE dan Amerika Serikat memberlakukan larangan impor energi Rusia, pembeli besar termasuk China dan India telah meraup minyak Rusia dengan harga diskon.

"Setiap tindakan yang mereka ambil untuk menaikkan harga akan berdampak pada pelanggan baru mereka, pelanggan seperti India dan China yang mereka (Rusia) ingin tetap menjadi pelanggan minyak di masa depan," kata pejabat AS itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Minyak Rusia Kena 'Tembak' Lewat Asuransi, Dampaknya Ngeri


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading