Bos Pabrik Sepatu Curhat, Nike-Adidas Cs Lagi Sulit Jualan

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
16 November 2022 21:05
Nike G Dragon Foto: Nike G Dragon

Jakarta, CNBC Indonesia - Permintaan sepatu dari brand kenamaan dunia seperti Adidas, Nike hingga Reebok sedang lesu. Penurunan permintaan bahkan menjadi salah satu yang terparah dalam tiga dekade terakhir.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko menyebut telah melakukan pertemuan dengan pembeli, yakni Adidas hingga Nike. Dari pertemuan tersebut, brand kenamaan dunia itu mengungkapkan fakta mengejutkan.

"Dalam Pertemuan dengan Nike, Adidas, mereka menyampaikan dalam 30 tahun bisnis, nggak pernah kesulitan berjualan, kecuali tahun ini, dimana stok besar namun nggak terjual. Nggak pernah 1 tahun pun menurunkan order hingga 10%. Kalaupun naik 10-20% bahkan kadang 30%. Tapi di tahun ini, karena stok besar maka diturunkan order 50%, ini pertama kali terjadi," sebut Eddy dalam konferensi pers, Rabu (16/11/22).

Eddy menjelaskan bahwa pabrikan brand besar seperti Nike, Reebok hingga Adidas tidak memiliki ada karyawan kontrak. Untuk produksi sepatu bermerk, kewajiban pertama yang harus diikuti dan dicek pihak independen karyawan tetap maka beberapa negara Vietnam China. Bisa pengurangan jam kerja, ini sudah dilakukan beberapa bulan lalu.

"Adidas, Nike, Reebok nggak mengizinkan pabrik untuk mempekerjakan karyawan kontrak. Karena nanti bisa dituntut Nike-Adidas ini jika karyawan nggak tetap," sebut Eddy.

Bukan tidak mungkin penurunan permintaan bisa semakin jatuh nanti. Pasalnya, hingga kini belum ada perbaikan permintaan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Semua ekonom menyebut resesi artinya, mereka menyimpan uang untuk kebutuhan pokok, pabrik sepatu orderan bakal lebih jelek," sebut Eddy.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Telak! Nyusul McDonald's, Nike Ikut Angkat Kaki dari Rusia


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading