Siap-Siap Pertamina Akan Gantikan Shell di Proyek Gas Raksasa

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
16 November 2022 12:17
Blok Masela (Dok.Reuters) Foto: Blok Masela (Dok.Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan bahwa PT Pertamina (Persero) bakal masuk ke dalam pengelolaan Lapangan Gas Abadi, Blok Masela, di Maluku. Terutama, untuk menggantikan Shell yang berencana hengkang dari proyek kebanggan Presiden Joko Widodo tersebut.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto membeberkan Inpex Corporation selaku pemegang mayoritas participating interest (PI) dan juga operator Blok Masela saat ini tengah membangun kolaborasi strategis dengan perusahaan migas pelat merah yakni Pertamina. Adapun diskusi oleh kedua perusahaan ini diharapkan dapat segera memperoleh titik temu.

"Sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah waktu itu dan Pertamina sudah melakukan data room studi dan dijanjikan oleh Pertamina untuk November ini menyampaikan namanya non binding offer ke Shell. Kami sedang menunggu itu," kata Dwi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (16/11/2022).

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Wiko Migantoro sebelumnya mengatakan perusahaan telah melakukan penandatanganan Non Disclosure Agreement (NDA) dengan Shell selaku pemilik hak partisipasi Blok Masela sebesar 35%.

Namun demikian, ia tidak dapat membeberkan secara rinci mengenai kesepakatan antara kedua belah pihak, lantaran NDA sendiri merupakan perjanjian yang bersifat rahasia dan mengikat.

"Kita sudah bicara dengan Inpex dan Shell namun untuk detailnya saya sudah menandatangani NDA. Jadi gak bisa ini ngomong isinya dulu sampai deal nya terjadi. Memang yang mau di divestasi kan 35%. Kita bicara di angka itu," ujarnya saat ditemui di Bali, Selasa (18/10/2022).

Seperti diketahui, sejak beberapa tahun lalu Shell Upstream Overseas sudah menyatakan untuk melepas kepemilikan hak partisipasinya di proyek Lapangan Abadi, Blok Masela. Saat ini Shell memiliki 35% hak partisipasi, sedangkan sisanya 65% dimiliki oleh Inpex Masela.

Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai US$ 19,8 miliar ini ditargetkan memproduksi 1.600 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) gas atau setara 9,5 juta ton LNG per tahun (mtpa) dan gas pipa 150 MMSCFD, serta 35.000 barel minyak per hari. Proyek ini diharapkan bisa beroperasi pada kuartal kedua 2027.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Ungkap Sosok yang Ketiban Untung dari Blok Masela


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading