Ingat! Hindari Bepergian ke Bali Sampai Tanggal 17 November

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
14 November 2022 11:30
Pengamanan kawasan The Nusa Dua dan sejumlah titik lain di wilayah Bali terus diperketat untuk menjamin keamanan dan kelancaran pelaksanaan agenda pertemuan dalam rangkaian Presidensi G20 Indonesia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pengamanan kawasan The Nusa Dua dan sejumlah titik lain di wilayah Bali terus diperketat untuk menjamin keamanan dan kelancaran pelaksanaan agenda pertemuan dalam rangkaian Presidensi G20 Indonesia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menerapkan pembatasan penerbangan reguler dari dan ke Bali mulai 13-17 November 2022, dalam rangka penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Perhubungan Udara Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Pengaturan Operasional Penerbangan Selama Penyelenggaraan KTT G20 di Bandara Ngurah Rai, Bali. Mengatur pembatasan terhadap operasional pesawat, juga pembatasan operasi (limited operation).

Ditetapkan, yang menjadi prioritas pelayanan penerbangan selama pembatasan operasi adalah penerbangan VVIP G20, penerbangan militer, penerbangan charter, penerbangan bukan niaga, terakhir penerbangan reguler dalam/luar negeri dengan jumlah pergerakan terbatas.

Untuk itu, pemerintah juga maskapai merekomendasikan untuk melakukan penjadwalan ulang pada penerbangan tanggal 13-17 November 2022.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur kembali perjalanan dan mengantisipasi adanya perubahan jadwal penerbangan dari dan ke Bali," demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangan dikutip Senin (14/11/2022).

Lion Air

Merespons pembatasan operasi penerbangan, Lion Air Group memastikan jadwal layanan penerbangan reguler (berjadwal penumpang) tetap berjalan (beroperasi) dengan jumlah pergerakan frekuensi terbang tertentu. Mengikuti jadwal operasional bandar udara khusus penerbangan komersial.

Tapi mengimbau kepada calon penumpang untuk melakukan pengaturan kembali rencana penerbangan.

"Lion Air Group menghimbau kepada calon penumpang (masyarakat, pebisnis dan wisatawan) untuk melakukan pengaturan kembali rencana perjalanan udara dari dan menuju Bali melalui pilihan penerbangan langsung dan terkoneksi (via transit)," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Danang menjelaskan, jika terdapat penyesuaian jadwal terbang terbaru selama periode dimaksud, Lion Air akan memberikan informasi kepada calon penumpang.

"Harap memastikan nomor telepon (handphone) dan alamat surat elektronik (e-mail) aktif adalah sesuai dengan calon penumpang yang akan berangkat," katanya.

Calon penumpang akan menerima pemberitahuan melalui e-mail atau SMS/ WA yang didaftarkan/ dimasukkan saat pembelian tiket. Jika calon penumpang tidak setuju pada jadwal terbaru, dapat melakukan pengaturan kembali jadwal terbang dengan mengakses tautan (link) pada e-mail pemberitahuan yang dikirimkan oleh Lion Air Group.

Bagi calon penumpang yang melakukan pembelian tiket pesawat udara melalui agen perjalanan (tour and travel) dan online travel agen atau daring (OTA) dapat menghubungi agen perjalanan terkait dan customer service Lion Air Group.

Apabila akan melakukan perubahan jadwal dapat menghubungi travel agent dan atau contact center Lion Air Group dengan memanfaatkan layanan live chat melalui website resmi Lion Air Group.

Jika calon penumpang setuju dengan jadwal terbang terbaru, diharapkan:

- Telah memenuhi persyaratan perjalanan udara menurut aturan atau ketentuan terbaru yang sudah ditetapkan oleh kota tujuan.
- Tiba di bandar udara keberangkatan lebih awal (rata-rata 2-3 jam sebelum jadwal terbang).
- Melakukan pelaporan mandiri (check-in online)
- Sistem check-in di bandar udara tutup 30 menit sebelum keberangkatan domestik dan 40 menit penerbangan internasional.
- Sistem ruang tunggu (boarding gate) tutup 10 menit sebelum keberangkatan.

Garuda Indonesia

Sementara maskapai Garuda Indonesia juga memastikan akan melaksanakan koordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait dengan penyesuaian jadwal penerbangan mengacu pada slot penerbangan yang tersedia serta me-reposisi rotasi pesawat melalui optimalisasi basis hub Jakarta.

Garuda sedikitnya akan mengoperasikan sebanyak 83 penerbangan dari dan menuju Denpasar.

"Dengan adanya berbagai penyesuaian aspek operasional penerbangan kami juga turut mengimbau masyarakat untuk secara berkala melakukan pengecekan jadwal penerbangan khususnya pada periode gelaran G20 tersebut yang puncak trafik pergerakan delegasi akan berlangsung pada 13-17 November 2022 tersebut," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

"Lebih lanjut, kami juga turut melakukan optimalisasi delay management system guna mengantisipasi adanya perubahan jadwal penerbangan termasuk melakukan implementasi service recovery mengacu pada regulasi yang berlaku," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wajib Tahu, Ini 9 Prinsip 'Bali Compact' yang Dibawa ke G20


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading