Meninggal Dunia, Ini Profil Eks Menkeu Bambang Subianto

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
04 November 2022 18:15
Eks Menkeu Bambang Subianto. (Dok. CNN Indonesia) Foto: (Dok. CNN Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Indonesia periode 1998-1999, Bambang Subianto meninggal dunia pada sore ini di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Telah berpulang, Bapak Dr. Bambang Subianto, Mantan Menteri Keuangan (1998-1999), dalam usia 77 tahun, pada hari Jumat, 4 November 2022 pukul 16.54 WIB di RS Pondok Indah Jakarta Selatan," kata Rahayu Puspasari, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan kepada CNBC Indonesia melalui pesan singkat, Jumat (4/11/2022)

Bambang lahir pada 10 Januari 1945, di Madiun, Jawa Timur. Beliau lulus dari Fakultas Teknik Kimia (Institut Teknologi Bandung - ITB) pada tahun 1973.

Pada tahun 1988, Dr. Ir. Bambang Subianto memulai perjalanan karirnya di Kementerian Keuangan sebagai Direktur pada Departemen Keuangan dan Akuntansi.

Kemudian, dia naik jabatan sebagai Direktur Jenderal Lembaga Keuangan pada tahun 1992.

Selama masa jabatannya, dikutip dari alumnibelgia.org, Bambang aktif dalam mengembangkan peraturan hukum seperti hukum pasar modal (1995), UU Penerimaan Negara Bukan Pajak (1997), dan sebagainya.

Saat pertengahan krisis moneter pada Januari 1998, Bambang ditunjuk sebagai Kepala Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) atau Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Kemudian, di era krisis moneter pada April 1998, Bambang diangkat sebagai Menteri Keuangan RI periode 1998-1999 di Kabinet Reformasi Pembangunan oleh Presiden B,J, Habibie sebagai upaya negara dalam menyehatkan perbankan.

Adapun, upaya Bambang yang menonjol saat itu adalah menghapus monopoli dan rekapitalisasi perbankan.

Setelah selesai dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan, Bambang diketahui bergabung dengan Ernst and Young pada Juli 2000 hingga masa pensiunnya pada tahun 2005.

Di masa pensiunnya, Bambang sempat menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Star Energy Investments dan Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani Sebut Subsidi BBM Bisa Tembus Rp 653 T, Kalau...


(haa/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading