Target Baru! RI Bakal Kurangi Emisi Karbon Jadi 31,9% di 2030

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
26 October 2022 17:20
Perjalanan PLN Pensiunkan PLTU Batu Bara Foto: Infografis/ Perjalanan PLN Pensiunkan PLTU Batu Bara/Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melaporkan Indonesia telah mendeklarasikan target penurunan emisi dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) terbaru.

Indonesia menaikkan target pengurangan emisi dari 29% menjadi 31,89% dengan kemampuan sendiri, dan menjadi 43,2% dengan dukungan internasional dari sebelumnya hanya ditargetkan 40% pada 2030.

Selain itu, net zero emission (NZE) ditetapkan pada 2060 atau lebih cepat dari target awal.

"Indonesia menaikkan target pengurangan emisi menjadi 31,89% di tahun 2030 mendatang dengan target dukungan internasional sebesar 43,20%," jelas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran resminya, dikutip Rabu (26/10/2022).



Peningkatan target pengurangan emisi karbon yang dideklarasikan pemerintah tersebut, diumumkan di tengah pemerintah juga memutuskan untuk menunda pelaksanaan pajak karbon menjadi 2025.

Airlangga menjelaskan, isu krisis energi harus ditangani tanpa mengorbankan proses transisi energi. Transisi energi harus adil, terjangkau, dan dapat diakses oleh semua orang.

"Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat dan target tersebut tidak boleh tergelincir," jelas Airlangga.

Kendati demikian, Airlangga mengklaim, dengan investasi dan teknologi yang tepat, Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghindari kelaparan, anomali cuaca, serta tenggelamnya pulau di Indonesia maupun di Pasifik.

Pemerintah menyadari bahwa energi mendorong perekonomian dan oleh karena itu, transisi energi harus fokus pada pengurangan intensitas karbon dan memberi manfaat bagi setiap rumah tangga.


Mendukung hal tersebut, Airlangga menjelaskan pemerintah telah menyiapkan beberapa skema, termasuk di bidang carbon pricing dan carbon trading. Selain itu, investasi hijau juga terbukti lebih menarik baik di pasar modal maupun branding publik.

Juga dengan meminimalkan penggunaan plastik dan digantikan dengan bahan organik, perlahan akan mengubah pola pikir dan masyarakat akan mempertahankan kehidupan yang bersih, hijau, dan lebih berkelanjutan.

Bidang lain yang sedang gencar digalakkan Pemerintah adalah penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

"Kita ingin memimpin dengan memberi contoh. Untuk itu, Indonesia terus mempromosikan ekosistem EV karena kebijakan ini diharapkan akan menjadi kunci revolusi masa depan," jelas Airlangga.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos Pupuk Indonesia Sebut Perdagangan Karbon Hal Baru di BUMN


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading