Bak Primadona, Pertamina & ExxonMobil Bersaing di Blok Masela

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
20 October 2022 14:15
Blok Masela (Dok.Reuters) Foto: Blok Masela (Dok.Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, terdapat beberapa perusahaan migas baik dalam negeri maupun luar negeri yang kepincut masuk Lapangan Gas Abadi Blok Masela, di Laut Arafuru, Maluku.

Perusahaan-perusahaan migas raksasa itu sejatinya ingin menggantikan posisi Shell yang akan hengkang dari Blok Masela. Seperti diketahui, Shell memiliki hak pastisipasi atau participating interest (PI) sebesar 35% di Blok Masela.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan selain Pertamina, perusahaan asal Amerika Serikat yakni ExxonMobil juga tengah mempelajari data room Blok Masela. Studi ini dibutuhkan untuk menentukan seberapa besar PI yang nantinya dapat diambil. "Nanti mudah-mudahan di November mereka bisa menyampaikan laporannya juga. Exxon juga," ujar dia di Gedung SKK Migas baru baru ini.

Dwi menyebut meski saat ini baru ada dua perusahaan yang mempelajari data room Blok Masela, namun regulator hulu masih membuka peluang bagi perusahaan lain yang turut berminat untuk terlibat dalam konsorsium.

"Apakah nanti konsorsiumnya menjadi hanya tetap dua saja atau jadi tiga itu nanti dalam perkembangan negosiasi, karena Pertamina sendiri kalau nanti misal memperhatikan posisi keuangan harus berteman dengan yang lain, konsorsium yang lain, itu dimungkinkan selain Inpex," kata dia.

Sementara, rencana PT Pertamina untuk masuk ke dalam pengelolaan Lapangan Gas Abadi Blok Masela semakin terang benderang. Kabar terbaru, perusahaan migas pelat merah ini sudah menandatangani non-disclosure agreement atau NDA.

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Wiko Migantoro menyatakan perusahaan telah melakukan penandatanganan NDA dengan Shell selaku pemilik hak partisipasi Blok Masela sebesar 35%. Namun demikian ia tidak dapat membeberkan secara rinci mengenai kesepakatan antara kedua belah pihak, lantaran NDA sendiri merupakan perjanjian yang bersifat rahasia dan mengikat.

"Kita sudah bicara dengan Inpex dan Shell namun untuk detailnya saya sudah menandatangani NDA. Jadi gak bisa ini ngomong isinya dulu sampai deal nya terjadi. Memang yang mau di divestasi kan 35%. Kita bicara di angka itu," ujarnya saat ditemui di Bali, Selasa (18/10/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pertamina, INA & Asing Bakal Digabung Kelola Gas Abadi Masela


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading