Jabar Ternyata Punya Robot Transformers Bikin Mobil Otomatis!

News - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
05 October 2022 20:03
West Java Investment Summit di Trans Luxury Hotel, Bandung. Turut hadir Gubernur Jawa Barat, Kepala BKPM, Deputi Gubernur BI. Foto: Foto : Lidya Kembaren

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan pabrik kendaraan listrik Hyundai di Karawang  Jawa Barat sudah menggunakan banyak robot untuk melakukan kegiatan pabrik produksi mobil. Hal ini bagian dari keunggulan Jawa Barat dalam industri manufaktur (Industry 4.0) yang padat modal

Ia mengungkapkan provinsi ini memiliki peluang ekonomi baru yang berbeda dengan masa sebelum pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan dalam acara West Java Investment Summit 2022 Day 1: Green Investment - Food Security and Renewable Energy.

Dia menyebutkan ada 7 peluang ekonomi baru yang dimiliki Jawa Barat. Pertama, Jawa Barat memiliki visi untuk menjadi tujuan investasi di kawasan ASEAN. Saat ini, ada 13 kota baru yang sedang dirancang, ditawarkan, dan direncanakan untuk menjadi masa depan Jawa Barat.

"Investasinya sedang on going. Jadi sudah berjalan kota-kota baru itu," ujarnya dalam West Java Investment Summit 2022 Day 1: Green Investment - Food Security and Renewable Energy, Rabu (5/10/2022).

Kedua, ketahanan pangan (Food Security) yang sudah banyak ditawarkan. Ketiga, Infrastruktur Kesehatan (Healthcare Infrastructure). Kang Emil menuturkan, setelah Covid-19, Jawa Barat ternyata wilayah ini membutuhkan setidaknya 30 rumah sakit, 5000 Puskesmas/klinik.

Selain itu, diperlukan pula puskesmas keliling dan telemedicine untuk melayani 5 juta orang Jawa Barat.

Keempat, peluang di industri manufaktur (Industry 4.0) yang padat modal. Kang Emil mencontohkan peluang ini lewat pabrik kendaraan listrik Hyundai di Karawang yang sudah menggunakan banyak robot untuk melakukan kegiatan pabrik.

"Ukurannya seperti robot Transformers melakukan manufaktur membangun mobil. Waktunya telah tiba untuk kita untuk mencapai industri 4.0," jelasnya.

Kelima, digital Jawa Barat (Digital West Java). Menurutnya peluang ini sangat penting karena saat ini sudah hampir lima ribu pedesaan-desa dilengkapi dengan akses internet, akses e-Commerce, hingga akses internet of things (IoT).

"Kita memberi makan ikan menggunakan ponsel sekarang, kita memberi makan ayam juga sama," tambahnya.

Keenam, ekonomi hijau (Green Economy). Ridwan menuturkan peluang ini harus dimulai sekarang, apalagi pada 2060 Indonesia harus sudah bisa mencapai dan berkontribusi pada net zero emission.

Terakhir, pariwisata daerah (Regional Tourism). Menurutnya, setiap akhir pekan ada banyak pengunjung yang mengunjungi Jawa Barat untuk berlibur.

"Ada 14 juta per tahun orang datang ke Jawa Barat menghabiskan uang hanya untuk bahagia. Jadi ini kesempatan bagus," pungkasnya.

Jabar Unggulan

Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi juara investasi di Indonesia bukan cuma itu, Jawa Barat kembali mengadakan West Java Investment Summit (WJIS) untuk menambah nilai investasi tersebut. Kepala Bank Indonesia (BI) Jabar Herawanto investasi hijau dan ketahanan pangan menjadi unggulan Jabar untuk saat ini.

"Selain investasi hijau dan ketahanan pangan, serta energi terbarukan, invetasi di bidang kelautan dan perikana juga jadi unggulan Jabar," jelas Herawanto dalam Pembukaan WJIS di Bandung, Rabu (6/10/2022).

Menurut Herawanto ke depan akan makin banyak proyek yang menarik untuk diinvestasikan oleh investor baik dalam maupun luar negeri. Apalagi akan makin banyak proyek yang bisa diintegrasikan dengan informasi dan teknologi seperti rumah kaca pintar dan proyek unggas terintegrasi.

Di bidang energi terbarukan, Herawanto menyebut menyebutkan akan banyak pembangkit listrik tenaga hydro.

Untuk diketahui, sepanjang 2021 berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) jumlah investasi yang masuk ke Jawa Barat pada 2021 mencapai Rp 136,1 triliun, setara 15,1% dari total realisasi investasi nasional. Meski begitu, Herawanto menyebutkan bukan berarti investasi di Jabar tanpa kendala.

"Kami juga menghadapi beberapa tantangan yang disebabkan oleh ketidakpastian global, penurunan volume perdagangan global, dan gangguan pada jalur distribusi global, dan juga inflasi," ungkap Herawanto.

Untungnya, di tengah ketidakpastian global, hingga hari ini menurut Herawanto, Jabar menjadi daerah tujuan nomor satu untuk investasi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

5 Update Pencarian Anak Ridwan Kamil yang Hilang di Swiss


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading