Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU RI, 1 Oktober Bakal Turun?

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
30 September 2022 09:25
Suasana antrian pengemudi motor untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (31/3/2022) Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dinilai sudah saatnya naik. (CNBC Indonesia/ Muhamaad Sabki) Foto: SPBU Pertamina (CNBC Indonesia/ Muhamaad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berpeluang turun. Hal itu didorong turunnya harga minyak mentah di pasar internasional dalam minggu-minggu ini yang sudah berada di level US$ 80 per barel.

Pada Jumat pagi ini (30/9/2022) pukul 8.15, harga minyak mentah dunia jenis Brent di level US$ 88,51 per barel. Sementara harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) sudah di level US$ 81,41 per barel.

Biasanya, badan usaha penyediaan BBM melakukan penyesuaian harga setiap awal bulan atau per tanggal 1. Penyesuaian harga itu tergantung dari faktor-faktor penentu harga BBM tersebut seperti harga minyak mentah, Mean of Platts Singapore (MOPS) dan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS).

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan Pertamina kemungkinan akan melakukan penyesuaian harga di tengah tren penurunan harga minyak mentah. Hal tersebut sudah dilakukan untuk produk BBM non subsidi beberapa waktu lalu yang telah mengalami penurunan harga.

"Untuk BBM Non Subsidi kemungkinan penyesuaian tentu ada. Ini sudah dibuktikan pada harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada awal September lalu yang mengalami penurunan," ujar Irto.

Menurut Irto, sebagai Jenis bahan bakar umum (JBU) atau BBM non subsidi yang pengaturan harganya diatur dalam Kepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU), Pertamina selaku badan usaha juga akan mengevaluasi harga jual BBM non subsidinya setiap bulan.

"Namun selain harga minyak mentah, perlu juga dilihat faktor lain seperti kurs, MOPS dll. Karena faktor faktor tersebut juga menjadi pertimbangan untuk menentukan harga selain harga minyak mentah," kata dia.

Sedangkan, badan usaha swasta seperti Shell Indonesia mengungkapkan bahwa perusahaan hingga kini masih memantau pergerakan minyak mentah. VP Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea menjelaskan Shell mengatakan pihaknya masih mencermati kondisi pasar terkait harga minyak dunia.

"Namun dapat kami sampaikan bahwa penetapan harga BBM Shell dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor," kata dia.

Diantaranya seperti harga produk minyak olahan berdasarkan MOPS, kondisi dan volatilitas pasar, nilai tukar mata uang asing, pajak pemerintah dan bea cukai, biaya distribusi dan biaya operasional, kinerja perusahaan serta aktivitas promosi yang sedang berjalan. "Dapat kami sampaikan bahwa penyesuaian harga yang kami lakukan masih sejalan dengan peraturan pemerintah yang berlaku mengenai harga jual BBM," ujarnya.

Berikut daftar lengkap harga BBM di SPBU RI per 30 September 2022:

1. Pertamina (Diperbarui sejak 3 September 2022)

  • Pertamax Turbo: Rp 15.900 per liter.
  • Pertamina Dex: Rp 17.400 per liter.
  • Dexlite CN 51: Rp 17.100 per liter.
  • Pertamax: Rp 14.500 per liter.
  • Pertalite: Rp 10.000 per liter.
  • Solar Subsidi: Rp 6.800 per liter.

2. Shell (Berlaku sejak 1 September 2022):

  • Shell Super RON 92: Rp 15.420-15.750 per liter.
  • Shell V-Power RON 95: Rp 16.130-16.470 per liter.
  • Shell V-Power Diesel CN 51: Rp 18.310 per liter.
  • Shell V-Power Nitro+ RON 98: Rp 16.150 per liter.

3. Vivo (Diperbarui pada 27 September 2022):

  • Revvo 89 Rp 11.600 per liter.
  • Revvo 92 Rp 15.400 per liter.
  • Revvo 95 Rp 16.100 per liter..

4. BP-AKR (Diperbarui pada 14 September 2022):

  • BP 90: Rp 14.890 per liter.
  • BP 92: Rp 14.990 per liter.
  • BP 95: Rp 16.130 per liter.
  • BP Diesel: Rp 17.990 per liter.

[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Resmi Turun! Cek Daftar Terbaru Harga BBM Pertamina Hari Ini


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading