Internasional

Ngeri! Inflasi 8 Negara Ini Menggila: Ada Turki, Tembus 200%

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
30 September 2022 08:04
Opposition supporters walk in front of military vehicles during clashes with security forces following a rally against the government of Venezuela's President Nicolas Maduro and to commemorate May Day in Caracas, Venezuela May 1, 2019. REUTERS/Manaure Quintero NO RESALES. NO ARCHIVES Foto: Venezuela (REUTERS/Manaure Quintero)

Jakarta, CNBC IndonesiaInflasi yang super tinggi (hyperinflation) masih terus menghantui beberapa negara dunia. Bahkan, fenomena ini mampu membawa sebuah negara ke dalam krisis.

Keadaan ini sendiri disebabkan beberapa hal yakni pemulihan ekonomi global pasca Covid-19 dan juga perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Akibatnya, sejumlah negara bahkan mencatatkan inflasi hingga di atas 100% secara year-on-year (yoy).

Berikut daftar negara dengan inflasi tertinggi berdasarkan data terbaru dari Trading Economics, dikutip Jumat, (30/9/2022).

1. Zimbabwe (285%)

Zimbabwe menjadi dengan inflasi tertinggi di dunia. Pada September 2022, inflasi negara Afrika itu mencapai 280,4%, sedikit menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 285%.

Negara itu bahkan pernah mencatatkan inflasi sebesar 837,53% pada Juli 2020. Untuk meredam inflasi tinggi dan nilai mata uang yang rendah, pemerintah Zimbabwe telah berencana untuk menerbitkan koin emas sebagai alat pembayaran.

2. Lebanon (161,89%)

Lebanon menjadi negara dengan inflasi kedua tertinggi baru-baru ini. Inflasi Agustus 2022 tercatat sebesar 161,89% secara tahunan, turun dari bulan sebelumnya sebesar 168,45%.

Lonjakan inflasi itu disebabkan oleh melambungnya harga sejumlah komponen seperti makanan dan minuman (198,11%), rumah dan peralatan (99,89%), transportasi (294,85%), peralatan rumah (128,18%), dan kesehatan (271,23%).

3. Suriah (139,46%)

Dalam catatan terakhir inflasi Suriah pada Agustus 2021, besarannya mencapai 139,46%. Angka itu naik dari bulan sebelumnya sebesar 133,67%.

Suriah yang terus dilanda konflik menjadi salah satu negara yang sangat kesulitan dari sisi ekonomi. Daya beli masyarakatnya pun menjadi salah satu yang terburuk di dunia.

4. Sudan (125,4%)

Sudah menjadi negara berikutnya dengan inflasi tertinggi mencapai 125,4% pada Juli 2022. Inflasi tersebut sejatinya turun sejak April 2022 sebesar 220,7%.

Inflasi Sudan sempat mencapai puncaknya pada Juli 2021 dengan mencapai 422,78%. Krisis ekonomi ditambah dengan gejolak politik di negara tersebut menjadi biang kerok tingginya inflasi.

5. Venezuela (114,1%)

Venezuela menjadi negara kaya minyak yang mengalami inflasi tinggi, mencapai 114,1% pada Agustus 2022. Sejatinya, inflasi Venezuela sudah berada dalam tren penurunan. Pada April, inflasi tercatat sebesar 222,3%.

Negara ini pun sempat dinyatakan gagal. Apalagi, rekor inflasinya pernah mencapai 334.509,5%.

6. Turki (80,21%).

Negeri Ottoman ini pun juga tidak luput dari fenomena inflasi yang begitu tinggi. Dalam data terbaru Agustus 2022, Turki mencatatkan angka inflasi hingga 80,21%.

Angka ini sendiri merupakan tingkat tertinggi sejak September 1998 dikarenakan mata uang lira jatuh lebih jauh selama bulan dan Bank Sentral Turki (TCMB) terus memangkas suku bunga.

Per sektor, inflasi dicatatkan oleh sektor perumahan dan utilitas (71,8%), transportasi (116,9%), dan energi (121,7%). Biaya makanan dan minuman non-alkohol juga meningkat (90,3%), perabot dan peralatan rumah tangga (92%), serta hotel dan restoran (90%).

7. Argentina (78,5%)

Selain Venezuela, Argentina juga menjadi negara yang mengalami inflasi tinggi di Amerika Selatan. Per Agustus 2022, Negeri Maradona itu mencatatkan inflasi hingga 78,5%.

Di negara itu, inflasi makanan mencapai 70,6% pada Juli 2022. Selain itu, untuk inflasi itu, yang tidak memasukan biaya akomodasi dan transportasi, negara itu berada di level 72,7% para Juli 2022.

8. Sri Lanka

Sri Lanka mengalami inflasi hingga 64,3% Agustus 2022. Ini terjadi saat negara itu dirundung krisis ekonomi yang begitu parah. Bahkan dinyatakan bangkrut.

Krisis yang disebabkan oleh menipisnya mata uang asing yang dimiliki negara itu telah mengerek beberapa harga kebutuhan pokok seperti pangan, energi, dan obat-obatan. Diketahui, Negeri Ceylon itu masih mengimpor beberapa kebutuhan pokok yang penting bagi kehidupan warga.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inflasi 'Gila-gilaan', Negara Ini Bakal Cetak Koin Emas


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading