PHK Massal, Puluhan Karyawan Pabrik Motor Kena, Ada Apa?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
27 September 2022 13:20
Dok. kspi) Foto: Dok. kspi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar kurang sedap menghantam industri otomotif sepeda motor roda tiga. Dilaporkan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), ada puluhan orang buruh melakukan aksi unjuk rasa di kantor pusat PT Nozomi Otomotif Indonesia yang terletak di Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (26/9).

Menurut Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz, aksi unjuk rasa ini dilakukan untuk menuntut agar 35 orang buruh PT Nozomi Otomotif Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, dipekerjakan kembali karena kena PHK.

"Hari ini kami melakukan aksi di kawasan Duta Merlin, karena di sini merupakan lokasi dari kantor pusat PT Nozomi Otomotif Indonesia. Tuntutannya adalah meminta agar ke-35 orang buruh yang di-PHK dipekerjakan kembali," ujar Riden.

Riden Hatam Aziz mengatakan permasalahan ini berawal dari keterlambatan pembayaran upah buruh periode bulan April - Mei 2022 yang seharusnya dibayarkan paling lambat tanggal 1 Juni, tetapi upah dibayarkan tanggal 3 Juni 2022. Keterlambatan upah kembali terjadi pada periode bulan Mei-Juni 2022.

"Upah yang seharusnya dibayarkan tanggal 1 Juli mengalami keterlambatan pembayaran dan dicicil 2 kali. 70% pada tanggal 7 dan sisanya 30% dibayarkan tanggal 12 Juli," lanjutnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan mengenai pembayaran, kenaikan upah tahun 2022, dan struktur skala upah, pada tanggal 12 Juli serikat pekerja mengajukan permohonan berunding kepada pihak perusahaan.

Surat tersebut oleh perusahaan dibalas pada tanggal 15 Juli 2022. Intinya, perusahaan tidak bisa memberikan kepastian jadwal perundingan.

Menanggapi surat perusahaan, tanggal 18 Juli serikat mengirim surat yang intinya menanti kepastian jadwal perundingan dari pihak perusahaan.

"Karena surat tanggal 18 Juli tidak ada balasan, tanggal 22 Juli serikat kembali mengirimkan surat perundingan terkait mekanisme pembayaran, kenaikan, dan struktur skala upah," kata Riden.

Namun, pada tanggal 29 Juli, sebanyak 35 orang buruh di-PHK dengan cara dipanggil per 8 orang. Mereka diberikan pesangon 0,5 kali ketentuan sebagaimana ketentuan UU Cipta Kerja.

"Kami dengan tegas menolak PHK tersebut dan menuntut semua buruh yang di PHK dipekerjakan kembali," tegas Riden.

Ia menambahkan, ini sekaligus membuktikan bahwa omnibus law UU Cipta Kerja berdampak buruk bagi buruh. Selain memudahkan PHK, juga memberikan nilai pesangon yang rendah.

PT Nozomi Otomotif Indonesia (NOI), produsen sepeda motor roda tiga merek Nozomi. Perusahaan ini mitra kerja pemerintah dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), namun kontribusi penjualan terbesar diperkirakan masih berasal dari kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Produsen sepeda motor roda tiga ini tak hanya untuk angkutan logistik di perkampungan, namun sepeda motor roda tiga produksi Nozomi sudah dikembangkan untuk berbagai keperluan. Seperti motor ambulans, pemadam kebakaran, angkutan susu peternak sapi perah, motor niaga (motor toko), motor warung, motor wisata, serta berbagai desain lainnya. 

Sampai berita ini diturunkan, CNBC Indonesia masih mencoba melakukan konfirmasi kapada pihak manajemen PT Nozomi Otomotif Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Fenomena Curi Start PHK Massal di RI, Begini Ceritanya


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading