Bandara Kediri Ini Dibangun Konglomerat, Bakal Layani Umrah

News - redaksi, CNBC Indonesia
13 September 2022 08:55
Bandara dhoho Kediri Foto: Bandara dhoho Kediri

Jakarta, CNBC Indonesia - Anak usaha PT gudang Garam Tbk (GGRM), PT Surya Dhoho Investama tengah membangun bandara di Kediri, Jawa Timur. Bandara ini merupakan yang pertama dibangun oleh swasta tanpa menggunakan APBN.

Berawal dari inisiatif yang dicetuskan taipan pemilik Gudang Garam, saat menemui Luhut Binsar Pandjaitan tahun 2016 silam. Kala itu, bos besar Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo menemui Luhut yang sedang ditunjuk mengisi jabatan sebagai Menteri ESDM.

Dalam pertemuan itu, Susilo menyampaikan rencana menginisiasi pembangunan bandara di Kediri, yang kini bernama Bandara Internasional Dhoho.

Dan, pada 7 September 2022, Luhut menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang diprakarsai badan usaha (KPBU unsolicited) Bandara Baru Kediri.

Penandatanganan dilakukan oleh Plt Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nur Isnin Istiartono dengan Presiden Direktur PT Surya Dhoho Investama Istata Taswin Siddharta di Kantor Kemenhub Jakarta, Rabu (7/9) dan disaksikan langsung oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Ini momen bersejarah karena menjadi perjanjian KPBU unsolicited pertama di Indonesia," kata Luhut dalam keterangan tertulis Kemenhub, dikutip Selasa (13/9/2022).

KPBU unsolicited adalah proyek yang diprakarsai dan diusulkan pembangunannya oleh badan usaha, bukan pemerintah.

Memang, jika merunut kembali kisah pertemuan Luhut dengan Susilo kala itu, Luhut bercerita soal pernyataan.

"Pak Susilo bilang gini pokoknya semua uang dari saya, katanya. Tinggal izin saja dari pemerintah. Saya bilang enak juga ini barang nih, tapi nyatanya ada aturan yang harus kita ikuti dan kita cari aturan dan sampai saat ini sudah jalan bagus," katanya kala itu.

"Ini memang suatu momen bersejarah bandara Kediri ini, saya ingat waktu itu Pak Susilo dulu datang ke saya dia bilang mau bangun lapangan terbang, tapi aturannya kita kita cari-cari lah," tambah Luhut.

Untuk mengapresiasi inisiatif tersebut, pemerintah mendukung dengan kelancaran proses pembebasan lahan, perizinan dan proses lain menyangkut percepatan pembangunan bandara.

"Alhamdulillah pembebasan lahan sudah terselesaikan dan saat ini pembangunannya sudah berjalan dengan baik," kata Luhut.

Fakta-fakta Bandara 'Konglomerat' Gudang Garam Layani UmrahFoto: Infografis/Fakta-fakta Bandara 'Konglomerat' Gudang Garam Layani Umrah/Aristya Rahadian
Fakta-fakta Bandara 'Konglomerat' Gudang Garam Layani Umrah

Berdasarkan hasil pengadaan yang telah dilakukan, KSO antara PT Suryo Dhaha Investama dan PT Angkasa Pura I (Persero) telah dinyatakan sebagai Pemenang dengan durasi waktu kerja sama yaitu 50 tahun sejak bandara mulai dioperasikan.

Total nilai investasi mencapai Rp. 10,8 triliun. Yaitu, Rp6,6 triliun pada tahap I, lalu Rp1,2 triliun pada tahap II, dan Rp3 triliun pada tahap III.

Dengan pembangunan ini kapasitas penumpang bandara untuk tahap I mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun, tahap II sebanyak 4,5 juta penumpang per tahun, dan tahap III bisa 10 juta penumpang per tahun.

Bandara ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2023. Dan dirancang mampu melayani pesawat berbadan lebar (wide body aircraft) sejenis Boeing 777-300ER.

"Proyek pembangunan Bandara Dhoho di Kediri bisa menjadi contoh bagi swasta yang lain. Mari kita bangun bersama konektivitas di darat, laut, udara dan kereta api. Kami menyambut baik peran swasta untuk berpartisipasi dan kami akan memberikan regulasi sebaik-baiknya," kata Menhub Budi Karya Sumadi.

Menurutnya, progres pembangunan bandara berjalan baik. Diharapkan dapat melancarkan konektivitas antar wilayah khususnya di Jawa Timur bagian selatan, serta mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru, pariwisata, dan perdagangan.

"Kita harapkan kehadiran bandara ini dapat memberikan suatu kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar Kediri," ujar Budi.

Hingga bulan Juni 2022, progres pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 50%. Untuk pekerjaan tanah progresnya telah mencapai 83,16%, pada sisi udara atau airside 15,35%, dan pada sisi darat atau landside 3,06%.

Bandara ini nantinya akan memiliki panjang runway atau landas pacu berukuran 3.300 x 60 meter, apron commercial berukuran 548 x 141 meter, apron VIP berukuran 221 x 97 meter, 4 taxiway, dan lahan parkir seluas 37.108 meter persegi.

Budi mengatakan, dengan adanya bandar baru di Kediri ini, bisa dimanfaatkan untuk penerbangan komersial, umrah, dan haji.

"Masyarakat Kediri dan sekitarnya banyak sekali yang ingin umroh dan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Jakarta dan Surabaya," kata Budi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Usai Bertemu Luhut, Konglomerat Ini Bangun Bandara Tanpa APBN


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading