Kisah Berlian 'Pembawa Maut' yang Dipakai Ratu Elizabeth II

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
11 September 2022 15:40
Band of the Honorable Artillery Company tampil dalam prosesi upacara pembacaan Proklamasi Raja baru Inggris setelah meninggalnya Ratu Elizabeth II di Royal Exchange di Kota London, Sabtu (10/9/2022). Raja Charles III telah resmi diumumkan sebagai Raja Inggris dalam sebuah upacara yang sarat dengan tradisi kuno dan untuk pertama kalinya, disiarkan secara langsung. (Leon Neal/Pool via REUTERS) Foto: Band of the Honorable Artillery Company tampil dalam prosesi upacara pembacaan Proklamasi Raja baru Inggris setelah meninggalnya Ratu Elizabeth II di Royal Exchange di Kota London, Sabtu (10/9/2022). Raja Charles III telah resmi diumumkan sebagai Raja Inggris dalam sebuah upacara yang sarat dengan tradisi kuno dan untuk pertama kalinya, disiarkan secara langsung. (Leon Neal/Pool via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ratu Elizabeth II meninggalkan dunia di usia 96 tahun. Sang ratu akan meninggalkan mahkota yang punya mitos, jika berliannya copot, maka akan terjadi bencana.

Adapun pemberian mahkota ke raja pengganti akan dilakukan dalam upacara penobatan raja baru. Upacara ini digelar di hadapan keluarga kerajaan dan bangsawan di Gereja Westminster Abbey. Dalam upacara yang berlangsung selama 6 jam ini, Uskup Agung Canterbury akan memasangkan mahkota di kepala sang raja.

Bagi masyarakat Inggris, momen tersebut menjadi saat-saat paling mendebarkan. Sebab sebagian masyarakat percaya jika ada berlian yang jatuh dari mahkota saat penobatan, maka itu adalah sebuah pertanda buruk dan menandakan malapetaka akan terjadi.

Diketahui mahkota tersebut dibuat oleh Garrard & Co, perancang mahkota kerajaan pada masa itu. Desainnya terinspirasi dari desain Mahkota Ratu Mary. Namun, mahkota ini memiliki empat setengah lengkungan, bukan delapan.

Mahkota kerajaan Inggris tersebut berhiaskan berlian jenis Koh-i-Noor yang merupakan berlian berkualitas terbaik di dunia. Berlian Koh-I-Noor ditaksir memiliki harga US$ 10-12 miliar atau sekitar Rp 170 triliun.

Adapun Koh-i-Noor ditemukan di Tambang Kollur dekat tepi Sungai Krishna, Golconda, yang lokasinya saat ini lebih dikenal sebagai Andhra Pradesh, India. Diyakini pemilik pertama dari berlian tersebut adalah Raja Ahmad Shah dari daerah Gwalior.

Sampai pada keruntuhannya dinasti ini di 1323, berlian itu pindah ke Alauddin Khilji, penguasa kedua dari Dinasti Khalji yang mendirikan Kesultanan Delhi di India.

Berlian bernama Mountain of Light ini kemudian diwariskan turun temurun. Raja Babur pada 1526, takjub dengan berlian ini sehingga berencana merebutnya. Tak hanya merebut, Raja Babur menghancurkan Kerajaan India dan menjadikan wilayahnya menjadi bagian dari kerajaan Mughal.

Sejak saat itu, berlian tersebut diklaim menjadi Batu Permata Babur dan diwariskan kepada keturunannya hingga Raja Kelima, Shah Jahan, yang dikenal sebagai pembangunan Taj Mahal. Pada masa pemerintahan Shah Jahan (1628-1658), kristal putih itu diletakkan sebagai hiasan pada dudukan berlian megah yang disebutnya Peacock Throne di Red fort, Delhi.

Terdapat klaim kepemilikan oleh India, Pakistan, Afghanistan, dan Inggris. Tetapi Inggris telah mempertahankan kepemilikannya atas permata itu.

Selama beratus-ratus tahun, Mountain of Light berada di bawah perlindungan Inggris. Meski begitu, Duleep muda (Raja Pakistan terakhir) dan beberapa negara yang pernah terlibat dengannya tak rela berlian itu menjadi milik Kerajaan Inggris.

Hingga kini, Koh-i-Noor telah menjadi bagian dari koleksi permata Kerajaan Inggris selama lebih dari 150 tahun. Berlian ini hanya dipakai oleh para perempuan di Kerajaan Inggris.

Setelah Ratu Victoria, ada tiga perempuan lain yang pernah mengenakan berlian ini, yaitu Alexandra, Mary, dan ibu dari Ratu Elizabeth II, Elizabeth Angela Marguerite.

Selama pemerintahan George VI, Ratu Elizabeth mengenakan mahkota ini pada Pembukaan Parlemen Negara dan penobatan putrinya, Ratu Elizabeth II pada 1953.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kesehatan Ratu Elizabeth Semakin Memburuk


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading