Internasional

Putin Klaim Rusia Sudah Lewati Masa Sulit Efek Sanksi Barat

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
07 September 2022 20:38
Russian President Vladimir Putin delivers a speech during the opening ceremony of the Army-2022 International Military-Technical Forum and the International Army Games 2022 at the Russian Armed Forces' Patriot Park in Kubinka, outside Moscow on August 15, 2022. (Photo by Mikhail Klimentyev / Sputnik / AFP) (Photo by MIKHAIL KLIMENTYEV/Sputnik/AFP via Getty Images) Foto: Sputnik/AFP via Getty Images/MIKHAIL KLIMENTYEV

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya sudah mulai lepas dari dampak sanksi ekonomi yang dijatuhkan negara-negara Barat. Ia menyebut situasi di Rusia sudah mulai kembali normal.

Dalam sebuah pidato di Forum Ekonomi Timur di kota Vladivostok, Putin mengatakan pengangguran di negara itu mulai berada di angka 3,9%. Selain itu, inflasi di Rusia sudah mulai menurun.

"Kami pikir puncak situasi telah berlalu. Situasi menjadi normal," kata Putin dikutip AFP, Rabu, (7/9/2022).

Putin masih menggarisbawahi beberapa ancaman yang diberikan sanksi Barat pada perekonomian negaranya. Ancaman itu yakni inflasi dan ketergantungan beberapa perusahaan kepada impor dari Eropa.

"Kenaikan harga masih merupakan ancaman tertentu. Ini mempengaruhi standar hidup dan ekonomi secara keseluruhan."

"Masih ada 'masalah' terkait pengenaan sanksi, khususnya bagi perusahaan yang dipasok dari Eropa," papar pemimpin yang juga mantan intelijen itu.

Putin sendiri juga menjanjikan bahwa ekonomi Rusia akan tetap kuat. Ini ditopang oleh sumber daya alam Negeri Beruang Putih yang sangat kaya.

"Rusia mungkin satu-satunya negara yang mampu mandiri dalam sumber daya alam saat satu per satu, pekerjaan dan perusahaan menghilang di Eropa," tambahnya.

Sanksi Barat telah menargetkan sektor energi dan perbankan Rusia. Hal ini dilakukan untuk menggembosi pendapatan Rusia yang diduga akan digunakan untuk perang di Ukraina.

Inflasi di negara itu melonjak ke level tertinggi dua dekade di bulan April. Setelah itu, inflasi agak melambat, tetapi tetap tinggi dengan berada di level 15,1% di bulan Juli.

Bank sentral Rusia memproyeksikan kontraksi ekonomi antara empat dan enam persen untuk seluruh 2022 dan kemudian kontraksi lebih lanjut antara satu dan empat persen untuk 2023. Setelah itu, di 2024, Moskow memperkirakan bahwa ekonomi akan kembali tumbuh.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Tiba-Tiba Telepon Presiden Palestina, Bahas Apa?


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading