Sarasehan 100 Ekonom

Jokowi: Dunia Krisis Pangan-Energi, Kita Harus Konsolidasi!

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
07 September 2022 11:01
Presiden RI, Jokowi di acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2022 (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Presiden RI, Jokowi di acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2022 (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar semua kalangan masyarakat berkonsolidasi, terutama karena kini dunia menghadapi goncangan besar, mulai dari perang, krisis pangan, finansial, hingga energi.

Dalam acara 'Sarasehan 100 Ekonom Indonesia' 2022 CNBC Indonesia, Presiden menyebut bahwa konsolidasi diperlukan karena arah ke depan kondisi geopolitik dunia masih belum jelas.

"Dari pandemi, kita belajar banyak menghadapi guncangan-guncangan. Belajar sangat banyak, perlu konsolidasi agar bisa bersama-sama dari pusat, provinsi, daerah sampai ke tingkat RT, bergabung dengan Ormas, TNI, Polri, semua kerja bersama-sama. Konsolidasi seperti itu yang harus kita bersama-sama lakukan karena perang, karena krisis energi, pangan, finansial dan bisa konsolidasi dari atas sampai ke bawah," paparnya di depan para ekonom, Rabu (07/09/2022).

Jokowi mengatakan, karena arah kondisi global belum terlihat jelas, maka dia meminta agar para ekonom dan pemangku kepentingan tidak menggunakan pakem-pakem yang sudah ada, melainkan harus berpikir seperti "Abunawas", di luar kondisi normal.

"Ke arah mana yang belum ketemu. Jangan menggunakan pakem-pakem yang ada, jangan gunakan sesuatu yang standar, karena keadaannya tidak normal, sangat tidak normal, dibutuhkan pemikiran yang Abunawas," tuturnya.

Presiden menyebut, perang Rusia-Ukraina masih akan berlangsung lama, sehingga akan sulit menghitung berapa besar dampaknya. Imbas dari perang Rusia-Ukraina ini pun telah dirasakan Indonesia, mulai dari kenaikan harga pangan, harga energi, di mana harga gas naik lima kali dan harga minyak naik dua kali lipat dari kondisi sebelum perang.

"Ini imbasnya ke mana-mana. Harga pangan sudah naik, energi naik, lima kali gas dan dua kali minyak harganya naik. Terus akan berimbas ke mana lagi? keuangan iya, juga akan lari ke sana juga. Tapi sejauh mana mempengaruhi growth, inflasi, negara mana yang kena, ini yang harus hati-hati betul. Harus hati-hati betul," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Temui Ketum Parpol, Jokowi Bahas Krisis Pangan & Energi


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading