Info Terbaru: Berikut Kisaran Harga Kenaikan BBM Pertalite

News - pgr, CNBC Indonesia
23 August 2022 12:49
Sejumlah kendaraan roda dua mengantre untuk mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Kebayoran Lama, Jakarta Selasa (16/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Sejumlah kendaraan roda dua mengantre untuk mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Kebayoran Lama, Jakarta Selasa (16/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah bakal menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar Subsidi. Saat ini pemerintah sedang mengkalkulasikan kenaikan harga tersebut supaya tidak terlalu berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Nah, dari informasi yang CNBC Indonesia peroleh, untuk menjaga daya beli masyarakat, kemungkinan kenaikan harga BBM Pertalite masih akan berada di bawah Rp 10.000 per liter dengan range kenaikan Rp 1.000 sampai Rp 2.500 dari harga yang saat ini Rp 7.650 per liter.

"Kemungkinan di bawah Rp 10.000/liter," kata sumber di lingkungan pemerintah kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/8/2022).


Dari informasi yang diterima juga, pengurangan subsidi ada beberapa alternatif termasuk diantaranya adalah penambahan kuota BBM Pertalite yang saat ini sudah dalam kondisi sekarat.

Sampai pada Juli untuk Pertalite sisa 6,2 juta Kilo Liter (KL) dari kuota 23 juta KL di akhir tahun. Sementara sisa kuota Solar subsidi hingga Juni tinggal 5,01 juta KL dari kota tahun ini sebesar 14,91 juta KL.

Adapun kebutuhan untuk Pertalite pada tahun ini diperkirakan mencapai 29 juta KL dan Solar mencapai 17 juta KL. "melihat trennya kemungkinan sekitar 5-6 juta KL (penambahannya," tandas dia.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), menyebut pemerintah tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Pemerintah, kata dia, akan melakukan kalkulasi sebelum memutuskan harga BBM subsidi seperti Pertalite.

Presiden Jokowi mengemukakan keputusan terkait harga bensin subsidi perlu dipikirkan dengan matang. Baik dari sisi waktu maupun besaran. Jokowi tak ingin, keputusan yang diambil pemerintah justru memberikan beban lebih kepada masyarakat, khususnya yang kurang mampu. "Dampaknya jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangga," kata Jokowi.

Saat ini, Jokowi menegaskan belum memutuskan apakah akan menaikkan harga BBM subsidi atau tidak. Namun, ia telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan kalkulasi secara mendalam. "Harus dihitung juga menaikkan inflasi yang bisa menurunkan pertumbuhan ekonomi semuanya saya suruh menghitung betul hitung betul sebelum diputuskan," tegas Jokowi

Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman mencatat hingga saat ini saja, konsumsi Pertalite sudah mendekati 79% dari kuota sebesar 23 juta KL. Adapun jika kondisi tersebut terus berlangsung, maka sampai Oktober kuota Pertalite dipastikan akan habis.

"Pertumbuhan nya sudah luar biasa dan jika tidak ada langkah pengendalian maka tadi seperti usulan Pak Sugeng (Ketua Komisi VII) ada kenaikan Pertalite 5 Juta KL. Namun dengan kondisi saat ini bahkan dengan tambahan 5 juta KL nampaknya kita masih akan defisit," ujar Saleh dalam acara Profit CNBC Indonesia, Senin (22/8/2022).

Menurut Saleh dengan kuota Pertalite sebesar 23 juta KL, tingkat konsumsi Pertalite secara bulanan sudah dihitung sekitar 1,9 juta KL. Namun faktanya, di lapangan sendiri tingkat konsumsi bulanan sudah mencapai 2,5-2,6 juta KL.

Sehingga menurut dia, ini menjadi peringatan bahwa konsumsi Pertalite telah terjadi kenaikan yang cukup luar biasa. Adapun berdasarkan perhitungan yang ia lakukan bersama Pertamina, konsumsi Pertalite diproyeksikan akan melebihi 28 juta KL untuk tahun ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sinyal-sinyal Kenaikan Harga BBM Pertalite Makin Santer


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading