Internasional

Rusia Kalang Kabut, Jenderal-Jenderal Putin Mau Membelot

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
22 August 2022 14:00
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri Upacara Pemberian Penghargaan Negara di Istana Grand Kremlin di Moskow, Rusia, Minggu (12/6/2022). (Photo by Contributor/Getty Images) Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri Upacara Pemberian Penghargaan Negara di Istana Grand Kremlin di Moskow, Rusia, Minggu (12/6/2022). (Photo by Contributor/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa perwira tinggi senior militer Rusia dilaporkan mulai membelot dari perintah Presiden negara itu Vladimir Putin. Hal ini terkuak dari sebuah sumber intelijen yang diwartakan Express, Senin (22/8/2022).

Dalam laporan itu, seorang sumber intelijen mengatakan seorang pegawai negeri senior Rusia telah bertemu agen intelijen Inggris MI6 di Paris bulan lalu. Pegawai itu menyebut sekelompok perwira tinggi Angkatan Darat dan Angkatan Udara Rusia sedang menyusun rencana darurat untuk 'menghalangi' kendali Putin atas kebijakan militer.

"Meskipun tidak jelas kapan mereka akan menyerang, pengaturan telah dibuat untuk memberi kelompok petugas tempat berlindung yang aman di Inggris dan di tempat lain di Eropa," kata sumber tersebut.

Kemampuan Ukraina untuk melawan serangan Rusia menyebabkan struktur militer Moskow yang kaku dalam menghadapi tantangan peperangan. Menyusul kematian 14 Jenderal yang terbunuh di garis depan dan serangkaian pemecatan, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin pun saat ini berwenang membuat keputusan operasional dan taktis 'pada tingkat kolonel atau brigadir'.

Sementara itu, serangan baru-baru ini terhadap pangkalan udara di Krimea juga menjadi pukulan baru bagi militer Moskow. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Kyiv terlibat dalam serangan itu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sempat mengatakan bahwa perang tidak akan berakhir sampai Krimea dibebaskan sepenuhnya. Ini kemudian membuat beberapa perwira Rusia kembali berpikir terkait perintah untuk mengamankan Krimea.

"Suasana kekebalan Rusia di Krimea telah benar-benar hancur oleh kemampuan Ukraina untuk menyerang daerah yang sangat sensitif, dan ini menyebabkan alarm di antara komando tinggi Rusia," kata peneliti kelompok risiko strategis Sibylline, Alex Lord.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Umumkan Kemenangan Rusia di Mariupol, Kenapa Buru-buru?


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading