Internasional

Dubes AS: China Harus Bertindak Damai di Selat Taiwan

News - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
20 August 2022 08:20
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song Foto: Bendera Tiongkok dan AS berkibar di dekat Bund, jelang delegasi perdagangan AS bertemu dengan China di Shanghai, Cina 30 Juli 2019. REUTERS / Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar AS untuk China Nicholas Burns dalam sebuah wawancara TV mengatakan bahwa China perlu meyakinkan seluruh dunia bahwa mereka bukan sumber ketidakstabilan dan akan bertindak secara damai di Selat Taiwan pada masa yang akan datang.

Hal itu disampaikan menyusul reaksi Beijing terhadap kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan awal bulan ini. Yang ditanggapi China dengan meluncurkan latihan militer ekstensif di Taiwan dan menangguhkan komunikasi diplomatik utama dengan AS.

"Kami tidak percaya harus ada krisis dalam hubungan AS-China atas kunjungan-kunjungan damai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ke Taiwan, itu adalah krisis yang dibuat oleh pemerintah di Beijing. Adalah reaksi yang berlebihan," ujar Burns dikutip dari CNN International, Sabtu (20/8/2022).

"Saya pikir ada banyak kekhawatiran di seluruh dunia bahwa China kini telah menjadi agen ketidakstabilan di Selat Taiwan dan itu bukan kepentingan siapa pun," sambungnya.

Sebelumnya, China mengecam kunjungan Pelosi sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorialnya.

Pembalasan diplomatik Beijing meliputi pembatalan panggilan kerja sama di masa depan dan pertemuan antara para pemimpin pertahanan China dan AS, serta menangguhkan pembicaraan iklim bilateral antara negara dua penghasil karbon terbesar di dunia.

Burns mengatakan, langkah-langkah diplomatik Beijing setelah kunjungan Pelosi dapat memiliki efek global, menambahkan bahwa penangguhan pembicaraan iklim China akan berdampak pada Global Selatan dan negara-negara yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

"Kami sangat mendesak (China) untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat mengenai iklim. Kita harus melakukan percakapan rutin di tingkat senior tentang masalah yang memisahkan kita, karena itu untuk kepentingan terbaik kedua negara dan tentu saja demi kepentingan terbaik dunia," jelasnya.

Sebagai informasi, AS memang menjunjung tinggi kebijakan "One China Policy", namun AS juga tidak pernah menerima klaim kedaulatan China atas Taiwan. Sedangkan China telah lama bersumpah untuk "menyatukan kembali" pulau itu, yang tidak pernah dikuasainya, dengan daratan China.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini 'Balas Dendam' Xi Jinping karena Pelosi Datang ke Taiwan


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading