Sri Mulyani Sebut RI Bisa Melesat, Kalau Warganya Bayar Pajak

News - Hadijah Alaydrus, CNBC Indonesia
18 August 2022 18:10
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi keterangan pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 di Aula Chakti Budhi Bhakti (CBB),  Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa, (16/8/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi keterangan pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 di Aula Chakti Budhi Bhakti (CBB), Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa, (16/8/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengingatkan generasi muda bahwa pajak yang dipungut oleh negara adalah tulang punggung atau fondasi yang penting bagi ekonomi.

"Pemerintah akan terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai perpajakan, karena negara merdeka harus kita jaga dan pertahankan dan kita urus sendiri. Menjaga, mempertahankan dan mengurus kemerdekaan agar menjadi maju membutuhkan pajak yang kuat," papar Sri Mulyani dalam acara Pajak Bertutur 2022, Kamis (18/8/2022).


Jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak tahun 2020 hingga 2024 telah menetapkan rencana strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui edukasi dengan target wajib pajak yang terdaftar mampu menjadi penyangga perekonomian dan tentunya generasi muda yang akan menjadi calon wajib pajak di masa depan (future taxpayer).

"Andalah yang akan menjadi pelopor penerima estafet pembangunan ke depan. Anda memimpin dan Anda membayar pajak," ungkap Sri Mulyani.

Bagi generasi muda, Direktorat Jenderal Perpajakan telah menyiapkan program Inklusi Kesadaran Pajak yang turut mencakup program Pajak Bertutur, Tax Goes To Campus atau Tax Goes To School dan lainnya. Program-program ini untuk mewujudkan generasi emas, generasi cerdas dan sadar pajak.

Tidak hanya itu, Sri Mulyani mengungkapkan kementeriannya juga menulis berbagai buku dengan tema perpajakan, termasuk buku sederhana bagi anak-anak di sekolah dasar hingga SMA.

Bahkan, Sri Mulyani mengaku Ditjen Pajak turut menggandeng kementerian-kementerian dan lembaga, salah satunya Kementerian Agama untuk mengenalkan pajak ke pesantren dan madrasah.

Direktur P2Humas Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor menjelaskan bahwa Pajak Bertutur 2022 dalam program Inklusi Kesadaran Pajak ditujukan untuk membangun generasi muda sadar pajak.

"Besar harapan kami di masa depan ketika para generasi muda sudah sukses, mereka menyadari peran sebagai warga negara yang patuh pajak," ujarnya.

Dia menuturkan Pajak Bertutur 2022 yang merupakan bagian dari program Inklusi Kesadaran Pajak ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan melibatkan kantor pusat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, 34 kantor wilayah, 352 kantor pelayanan pajak, 204 kantor konsultasi dan penyuluhan perpajakan, serta lebih 600 sekolah dan perguruan tinggi dengan 18.000 pelajar dan mahasiswa.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani Beri Bukti Soal Kebangkitan Ekonomi RI


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading