Internasional

Putin Menggila, Rusia Diam-Diam Mau Serang Negara Ini

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 August 2022 06:43
Bendera Moldova (AP/Andreea Alexandru) Foto: Bendera Moldova (AP/Andreea Alexandru)

Jakarta, CNBC Indonesia - Belum habis perang dengan Ukraina, Rusia kini dilaporkan memiliki target baru, yakni negara tetangga, Moldova.

Adapun, Rusia memang memiliki ketegangan hubungan dengan negara yang beribu kota di Chisinau itu terkait wilayah Transnistria. Wilayah ini merupakan daerah yang dikuasai kelompok separatis yang didukung oleh Moskow.

Menurut penulis, sejarawan, dan pakar sejarah geopolitik Rusia, Yuri Felshtinsky, serangan yang akan dilakukan Rusia ke Moldova dapat dimulai lebih cepat. Apalagi, status Moldova saat ini bukan merupakan anggota aliansi pertahanan NATO sehingga memudahkan Moskow untuk menyerbu negara itu.

"Bahkan sebelum mereka selesai dengan Ukraina, jika mereka mencapai Transnistria dalam prosesnya, mereka akan mulai berperang di sana," jelasnya kepada media Inggris Express, dikutip dari Newsweek, Selasa (16/8/2022).

"Moldova akan berada dalam bahaya saat Rusia pindah ke Transnistria. Jika Ukraina tidak dapat menahan mereka, maka mereka akan mencapai Transnistria dan mereka akan memulai perang di Moldova. Dan Moldova, tentu saja, bukan anggota. dari NATO."

Felshtinsky mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan pernah puas hanya dengan mengamankan kendali atas wilayah Donbas yang memisahkan diri di Ukraina. Ia menyebut Putin akan tetap mengincar Transnistria dan hal ini ditegaskan oleh 2 ribu tentara Rusia yang saat ini berada di wilayah itu.

"Di Moldova, di Transnistria, ada sekitar 220.000 orang berbahasa Rusia yang mulai diterbitkan paspor Rusia oleh pemerintah Rusia. Mereka pertama kali mulai melakukan ini pada tahun 2014," tambah Felshtinsky.

Para pejabat Rusia sendiri di masa lalu telah menolak gagasan untuk menyerang Moldova. Wakil menteri luar negeri Andrei Rudenko mengatakan pada bulan April bahwa mereka 'ingin menghindari skenario seperti itu.'

Walau begitu, Perdana Menteri Moldova Natalia Gavrilita mengatakan pada akhir Juli bahwa dia 'sangat khawatir' tentang prospek invasi Rusia. Ia juga menyebut bahwa itu 'adalah skenario hipotesis untuk saat ini.'


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kemenangan di Depan Mata? 7 Fakta Baru Perang Rusia-Ukraina


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading