Internasional

Ada Fenomena Mantan Pasien Covid-19 Malah Ditolak Warga

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
12 August 2022 21:17
Seorang kurir berdiri di atas sepeda listrik untuk melakukan pengiriman melalui barikade, di tengah tindakan penguncian untuk mengekang wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Sanya, provinsi Hainan, China, Sabtu (6/8/2022). (China Daily via REUTERS) Foto: Seorang kurir berdiri di atas sepeda listrik untuk melakukan pengiriman melalui barikade, di tengah tindakan penguncian untuk mengekang wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Sanya, provinsi Hainan, China, Sabtu (6/8/2022). (China Daily via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan pasien Covid-19 di China disebutkan memiliki permasalahan baru setelah sembuh dari virus itu. Mereka dilaporkan menghadapi masalah terkait stigma masyarakat terhadap mantan pasien corona.

Dalam laporan South China Morning Post, hal ini diakui oleh salah seorang mantan pasien Covid-19 bernama Zuo. Ia mengaku riwayat Covid membuatnya sulit untuk kembali bekerja.

"Orang-orang takut mereka mungkin tertular virus dari kami, jadi mereka menghindari kami," kata Zuo yang hanya memberikan nama belakangnya kepada wartawan Jumat, (12/8/2022).


"Perekrut memeriksa riwayat pengujian Covid beberapa bulan yang lalu selama wawancara."

Zuo pun mengatakan saat ini sedang berjuang di pengadilan untuk menuntut majikannya yang menolak membayarkan upah selama ia terkena Covid. Ia juga menekankan akan berjuang dalam melawan perusahaannya yang menolaknya bekerja kembali karena corona.

Selain Zuo, hal serupa juga dialami influencer media sosial He Yuxiu. He terkena Covid-19 saat kembali dari Ukraina akibat serangan Rusia.

He diketahui memiliki pekerjaan sebagai guru Bahasa Inggris di Ukraina. Namun saat kembali ke China untuk pekerjaan yang sama, ia mendapatkan penolakan.

"Saya tidak pernah membayangkan saya akan kehilangan pekerjaan pertama saya karena alasan ini," katanya dalam sebuah video yang diposting di Weibo.

"Mengapa kita harus diperlakukan seperti virus ketika kita telah mengalahkannya?"

Ahli sekolah ilmu biomedis di Universitas Hong Kong, Jin Dongyan, mengatakan hal ini mungkin menjadi implikasi dari kebijakan Covid-19 yang diberlakukan Beijing. Tak hanya pasien, stigma ini pun mempengaruhi keluarga pasien dan para petugas garis depan yang menangani virus itu.

"Tidak ilmiah untuk berpikir bahwa orang yang terinfeksi sekali akan terus membawa virus dan menular lama setelah sembuh," kata Jin.

"Karena kurangnya kesadaran, beberapa orang khawatir bahwa mereka yang telah terinfeksi lebih rentan untuk terinfeksi kembali, tetapi pada kenyataannya, itu sebaliknya," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Waspada! BA.2 Kembali Merajalela di Hong Kong, Korsel-Inggris


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading