Wow! Sri Mulyani Selamatkan RI dari Tambahan Utang Rp221 T

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
12 August 2022 07:00
Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers: APBN KITA Agustus 2022. (Tangkapan Layar Youtueb Kemenkeu) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers: APBN KITA Agustus 2022. (Tangkapan Layar Youtueb Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memperkirakan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022 bisa mencapai 3,92% dari produk domestik bruto (PDB). Jauh lebih rendah dibandingkan dengan asumsi awal, yaitu 4,85% terhadap PDB.

Dengan demikian, jumlah utang tunai yang ditarik pemerintah juga akan lebih kecil, yaitu Rp 1.195 triliun. Indonesia selamat dari tambahan utang baru Rp 221 triliun.


"Ini satu hal menggambarkan Indonesia memiliki APBN yang kerja keras namun tahun ketiga covid mulai pulih," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (11/8/2022).

Sri Mulyani mengemukakan, untuk pembiayaan tahun lalu mencapai Rp 487,4 triliun. Sementara pada tahun ini, pemerintah baru menerbitkan utang Rp 223,9 triliun, atau turun 54% khususnya untuk SBN Neto.

"Sedangkan pinjaman turun Rp 169,7, APBN makin diupayakan pulih," jelasnya.

Votalitias Berdampak Terhadap Bonds Outflow dari Emerging MarketsFoto: Votalitias Berdampak Terhadap Bonds Outflow dari Emerging Markets
Votalitias Berdampak Terhadap Bonds Outflow dari Emerging Markets

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih akan menerbitkan surat utang hingga akhir tahun, termasuk yang denominasi valuta asing (valas). Penerbitan akan disesuaikan dengan kebutuhan belanja dan kondisi pasar.

"Kondisi global masih challenging diliputi ketidakpastian, kita tetap opurtunistik, fleksibel namun prudent. Kami in pipe line global bond 2 kali namun nanti untuk eksekusi atau pelaksanaannya akan selalu fleksibel dari sisi timing, size dan mata uangnya," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Lucky Alfirman pada kesempatan yang sama.

Pemerintah masih mengoptimalisasikan bantuan dari Bank Indonesia (BI) lewat SKB III, di mana hingga sekarang baru terealisasi Rp 21,8 triliun. Pemerintah juga akan meningkatkan partisipasi ritel dalam kepemilikan surat berharga negara.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Ketiban 'Durian Runtuh', Pantas Nggak Ngoyo Tambah Utang


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading