Sri Mulyani Was-was! Krisis Mulai Intai Negara Berkembang

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
11 August 2022 16:11
Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers: APBN KITA Agustus 2022. (Tangkapan Layar Youtueb Kemenkeu) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers: APBN KITA Agustus 2022. (Tangkapan Layar Youtueb Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis keuangan dan ekonomi kini mengintai sederet negara berkembang. Kabar buruk ini disebabkan oleh agresivitas Bank Sentral Amerika Serikat (AS) dalam menaikkan suku bunga acuan, sebagai bentuk respon atas lonjakan inflasi.

"Tekanan inflasi ini direspon dengan kenaikan suku bunga dan pengetatan likuiditas," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (11/8/2022).


Inflasi AS sempat menyentuh level tertinggi yaitu 9,1%, jauh di atas rata-rata yang biasanya yaitu 1-2%. Kini suku bunga acuan AS sudah berada di level 2,25-2,50% setelah ada kenaikan dalam beberapa bulan.

APBN Kita Juli (Tangkapan layar)Foto: APBN Kita Juli (Tangkapan layar)
APBN Kita Juli (Tangkapan layar)

Sejarah mencatat, ketika suku bunga acuan AS naik drastis, maka beberapa negara alami tekanan. Khususnya negara berkembang dan miskin yang alami ruang fiskal yang terbatas.

"Dengan peranan dolar AS lebih 60% di dunia, keputusan the fed yang naik akan menimbulkan imbas di outflow. 4 dekade terakhir suku bunga kenaikan karena inflasi, biasanya menimbulkan krisis di berbagai belahan dunia," terang Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas! Ada 'Bom' yang Bisa Lumpuhkan Ekonomi Dunia


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading