Internasional

Alert! Putin Disebut Siap Luncurkan Nuklir ke Ukraina 2023

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
10 August 2022 07:00
Russian President Vladimir Putin watches a military parade on Victory Day, which marks the 77th anniversary of the victory over Nazi Germany in World War Two, in Red Square in central Moscow, Russia May 9, 2022. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. THIS PICTURE WAS PROCESSED BY REUTERS TO ENHANCE QUALITY. AN UNPROCESSED VERSION HAS BEEN PROVIDED SEPARATELY. Foto: via REUTERS/SPUTNIK

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin disebut akan meluncurkan serangan nuklir ke Ukraina pada musim semi 2023 mendatang.

Jika hal ini benar dilakukan, maka akan menjadi pertama kalinya senjata nuklir kembali digunakan dalam 77 tahun terakhir sejak Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Amerika Serikat (AS).

Prediksi ini disampaikan mantan komandan Angkatan Darat Inggris, Sir Richard Barrons. Ia mengatakan dengan perang antara Rusia dan Ukraina yang mencapai rentang 6 bulan, Putin mungkin merasa perang nuklir diperlukan untuk kemenangan Moskow.


Ia menyebut kemungkinan Putin menggunakan senjata nuklir jika pemimpin Rusia yakin bangsanya sedang dikalahkan oleh Ukraina.

"Serangan dan mobilisasi Ukraina yang lebih luas diharapkan segera setelah musim semi berikutnya dapat mengarah pada keberhasilan medan perang dan pembebasan tanah yang disita oleh Rusia," ujar Barrons, melansir Daily Star, Rabu (10/8/2022).

"Ini mungkin menimbulkan risiko lain. Jika Putin merasakan kekalahan, apakah dia akan tergoda untuk menggunakan senjata nuklir taktis untuk mengubah kenyataan di medan perang?" tambahnya.

Putin percaya perang akan berakhir dalam beberapa hari pertama serangan awal pada 24 Februari, tetapi kini telah berlangsung hampir 6  bulan.

Barrons juga memperingatkan Barat bahwa Putin berpotensi menggunakan senjata nuklir taktis jika dia yakin kemajuannya mengalami stagnasi dalam serangannya ke Ukraina.

Putin sendiri kini berusia 70 tahun pada September lalu. Ia dilaporkan menggunakan steroid pengubah suasana hati untuk kondisi mulai dari kanker hingga penyakit Parkinson.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mantan Perwira Rusia Blak-blakan Kondisi Perang Sesungguhnya


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading