Beli Pertalite Selalu Antre Panjang, Ingat! Stok Sisa 15 Hari

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
01 August 2022 12:49
Stok BBM Subsidi Menipis, Kapan Pembatasan Pertalite Berlaku? (CNBC Indonesia TV) Foto: Stok BBM Subsidi Menipis, Kapan Pembatasan Pertalite Berlaku? (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite rata-rata masih aman dan cukup untuk 15 hari ke depan. Hal tersebut merespon adanya antrian yang cukup panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beberapa daerah.

Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman mengatakan terdapat perbedaan pengertian mengenai ketersediaan BBM yakni kelangkaan dan antrian. Namun demikian, untuk mengukur data ketahanan BBM secara umum, maka harus dilihat terlebih dahulu dari sisi stok terminal yang dimiliki Pertamina.

Adapun menurut Saleh, dari sisi stok, BBM Pertalite saat ini dalam kondisi aman. "Pertalite masih di atas 15 hari, ada yang 20 hari sehingga kalau misalkan ada SPBU yang habis saya melihatnya pada kondisi di mana mungkin ada gangguan transportasi," ujar Saleh kepada CNBC Indonesia dalam Energy Corner, Senin (1/8/2022).

Selain stok, BPH Migas mencatat kuota BBM Pertalite tersisa 7,1 juta KL atau sampai pada Juli 2022 konsumsi Pertalite sudah menembus 69% yakni 15,9 juta KL dari kuota Pertalite yang sudah ditetapkan tahun 2022 ini mencapai 23 juta KL. 

Sekarang, BPH Migas masih menunggu terbitnya revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Aturan ini nantinya akan menjadi acuan kebijakan pembatasan pembelian Pertalite.

Sembari menunggu revisi Perpres rampung, Pertamina sendiri hingga kini masih membuka pendaftaran kendaraan di website subsiditepat MyPertamina untuk kendaraan roda empat yang berhak mendapatkan Pertalite dan Solar subsidi. "Kami menunggu jika Perpres terbit, maka kita langsung bergerak sambil menunggu itu saya pikir hal lain yang kita lakukan dengan Pertamina yaitu melakukan registrasi," kata dia.

Saleh berharap agar proses registrasi bisa dipercepat, sehingga pasca revisi Perpres selesai, maka implementasi dari aturan tersebut dapat dijalankan. Dengan demikian kuota Pertalite di tahun ini yang sebesar 23 juta kilo liter (KL) dapat mencukupi.

PT Pertamina (Persero) sebelumnya mencatat konsumen yang mendaftarkan kendaraannya sebagai pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar subsidi terus melonjak. Adapun hingga Minggu 31 Juli, kendaraan yang didaftarkan telah mencapai 400 ribu kendaraan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting terus mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung Program Subsidi Tepat Sasaran. Mengingat jumlah pendaftar dari waktu ke waktu terus mengalami kenaikan. "Update pagi tadi sudah di atas 400 ribu," kata Irto kepada CNBC Indonesia, Minggu (31/7/2022).

Selain itu, Irto memastikan pembatasan pembelian Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP), yakni Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti Solar subsidi belum akan berlaku pada 1 Agustus 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mobil Mewah Dilarang Pakai Pertalite


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading