Adu Tajir Pemilik Alfamart & Indomaret, Menang Siapa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
31 July 2022 07:15
Sejumlah warga melewati toko Indomaret dan Alfamart yang berlokasi di Sukabumi Utara, Jakarta Barat, Kamis (27/1/2022). Indomaret dan Alfamart mungkin terlihat selalu berdekatan yang memiliki banyak persamaan. Namun, keduanya mengakui bahwa mereka memiliki keunggulannya masing-masing. Ada yang mengusung keunggulan dari segi harga lebih murah, kapasitas toko lebih luas, pelayanan lebih ramah atau kenyamanan suasana. Pantauan dilokasi Indomaret dan Alfamart berdekatan dan bersampingan berlada di berbagai lokasi contohnya, Petukangan Utara, Kreo, Duri Kosambi dan Kebon Jeruk. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Minimarket (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indomaret dan Alfamart merupakan waralaba minimarket yang sangat melekat dengan masyarakat Indonesia. Alih-alih berbelanja ke supermarket atau ritel besar, orang lebih memilih ke Indomaret atau Alfamart yang biasanya lokasinya saling berhimpitan.

Diketahui, kedua minimarket tersebut dimiliki oleh dua taipan RI. Anthoni Salim pemilik Indomaret dan Djoko Susanto pemilik Alfamart. Lantas, seberapa kaya kedua figur tajir ini?


Anthoni Salim

Anthoni Salim merupakan orang terkaya ketiga di Indonesia tahun 2021 dengan hartanya mencapai US$ 8,5 miliar atau setara Rp 126,30 triliun. Ia memimpin Salim Group, dengan beragam investasi di bidang makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi hingga energi.

Dari bisnis gerai Indomaret saja, Grup Indofood milik Anthoni Salim bisa meraup laba hingga triliunan. Ini terungkap dalam materi paparan publik PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET).

Dalam laporan itu terungkap, Indomarco Prismatama meraup pendapatan Rp 90,6 triliun sepanjang tahun lalu. Perolehan ini naik 5,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 86,12 triliun.

Laba kotor pengelola gerai waralaba Indomaret ini bahkan mampu mencetak kenaikan laba kotor 7,55% secara tahunan menjadi Rp 20 triliun dari sebelumnya Rp 18,67 triliun. Artinya, margin kotor Indomaret cukup tebal, sebesar 22,2% pada 2021, naik dari sebelumnya 21,7% pada 2020.

Tebalnya margin kotor juga mempengaruhi laba. Indomarco mencatat lonjakan laba bersih 81,45% secara tahunan menjadi Rp 2 triliun pada 2021.

Perputaran uang itu diperoleh dari 19.561 gerai Indomaret yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah ini, sebesar 4.958 gerai merupakan gerai waralaba.

Indomarco Prismatama sendiri merupakan entitas asosiasi dimana DNET memiliki 40% saham pengelola gerai Indomaret yang sudah berdiri sejak 1988 ini.

Djoko Susanto

Djoko Susanto merupakan seorang pemilik grup Alfamart, bisnis ritel dengan konsep minimarket. Nama Djoko Susanto sendiri masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia hingga akhir 2021.

Forbes mencatat harta kekayaannya mencapai US$ 1,45 miliar atau setara Rp 20,52 triliun. Hartanya ini tak ia dapat dengan mudah begitu saja.

Djoko merupakan anak ke-6 dari 10 bersaudara. Di balik kesuksesannya sebagai bos ritel, ia hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar saja karena memilih menjaga kios keluarganya di Pasar Arjuna, Jakarta.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gak Ngaruh! 10 Orang Ini Makin Tajir Selama Pandemi Covid-19


(tps/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading