Internasional

Hubungan Israel & Rusia Tiba-tiba Panas, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
25 July 2022 14:00
The Palestinian village of Burqa is seen as an Israeli flag is placed in the Jewish West Bank outpost of Homesh, Monday, Jan. 17, 2022. Palestinian residents of Burqa say the settlers' continued presence in Homesh, which was officially dismantled in 2005, makes it difficult to access their land and move safely in and out of their village. (AP Photo/Ariel Schalit) Foto: Israel (AP Photo/Ariel Schalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan antara Israel dan Rusia tiba-tiba memanas. Hal ini disebabkan langkah Moskow untuk menutup Badan Yahudi di negara itu.

Sebelumnya, Rusia menyebut langkah ini diambil lantaran kegiatan lembaga itu yang mempromosikan migrasi ke Israel. Ini diketahui telah menarik minat umat Yahudi yang ada di negara itu.

Bahkan Kementerian Kehakiman Rusia telah mengajukan banding ke pengadilan distrik Moskow pekan lalu. Banding itu menuntut "pembubaran" kantor Badan Yahudi di negara itu.

Tel Aviv pun merespons langkah Rusia ini. Perdana Menteri (PM) Israel Yair Lapid memperingatkan Moskow bahwa menutup Badan Yahudi di sana akan berdampak negatif terhadap hubungan antara kedua negara.

Lapid juga telah menugaskan Kementerian Luar Negeri Israel untuk menyusun tindakan spesifik yang dapat diambil Negeri Yahudi itu jika Rusia melanjutkan rencananya untuk menutup operasi organisasi.

Ini termasuk memanggil kembali duta besar Israel untuk Moskow, pernyataan publik yang lebih agresif terhadap Rusia, serta meningkatkan dukungan Israel untuk Ukraina.

"Kami mencoba untuk menjaga hal-hal rendah dan menyelesaikannya dengan bertukar surat dengan pengacara dan mencoba untuk mencapai kompromi," kata seorang pejabat Badan Yahudi kepada The Times of Israel pada hari Minggu, (24/7/2022), berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah.

"Sekarang mereka membawanya ke pengadilan, jelas bahwa mereka tidak mencari kompromi atau negosiasi. Jelas bahwa ini adalah langkah politik."

"Ini sebenarnya bukan tentang beberapa ketidaksepakatan hukum atau prosedur teknis yang dilanggar atau bahkan hanya upaya kecil-kecilan untuk mengintimidasi Badan Yahudi karena mereka anti semit atau menentang imigrasi atau semacamnya," tambahnya.

Di masa lalu, Rusia sebelumnya pernah terlibat kasus hukum yang melibatkan Israel. Salah satu contoh, kasus Naama Issachar, seorang wanita Israel yang ditahan di Rusia setelah sejumlah kecil mariyuana ditemukan di bagasinya saat singgah di bandara Moskow.

Dalam insiden itu, para pejabat Rusia dengan cepat menjelaskan kepada Israel bahwa Issachar akan dibebaskan jika Tel Aviv menyerahkan seorang warga negara Rusia, Aleksey Burkov, yang telah ditahan di Israel dan akan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) untuk kejahatan dunia maya.

Israel akhirnya tidak mengikuti permintaan Rusia dan memang mengekstradisi Burkov ke AS. Issachar malah diampuni setelah Israel memberikan kendali atas Aleksander Courtyard Kota Tua Yerusalem kepada Masyarakat Ortodoks Palestina Kekaisaran Rusia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Ribut' dengan Rusia, Israel Beri Bantuan Militer ke Ukraina


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading