Internasional

Ngeri Senjata Nuklir Rusia di Ukraina, Biden Ancam Putin!

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
23 July 2022 19:00
President Joe Biden speaks about Ukraine in the East Room of the White House, Tuesday, Feb. 15, 2022, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon) Foto: AP/Alex Brandon

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberikan peringatan terhadap Rusia terkait dengan potensi penggunaan senjata nuklir di Ukraina. Dalam kolomnya di New York Times, Biden menyebut bahwa penggunaan nuklir akan memicu konsekuensi berat.

"Biar saya perjelas, penggunaan apapun senjata nuklir dalam konflik ini dalam skala apapun akan benar-benar tidak bisa diterima oleh kami dan juga seluruh dunia dan akan memicu konsekuensi berat," tulisnya, seperti dikutip detikcom, Sabtu (23/7/2022).

Seperti diketahui Pemerintah Rusia dengan tegas menyatakan tidak mengesampingkan penggunaan senjata nuklir dalam konteks konflik Ukraina. Rusia juga sudah beberapa kali mengutarakan pihaknya bisa saja menembakkan senjata nuklir ke negara NATO, terutama Amerika Serikat dan Inggris.


Adapun menurut Biden, AS pada saat ini tidak melihat indikasi Rusia benar-benar akan memakai nuklir. Selain itu AS juga tidak akan mengirimkan senjata jarak jauh ke Ukraina yang bisa mencapai wilayah Rusia agar eskalasi konflik dengan Ukraina tidak semakin meningkat.

Namun dia menekankan ancaman Rusia itu berbahaya.

"Retorika untuk mengerahkan pedang nuklir itu sendiri berbahaya dan sangat tidak bertanggung jawab," tutur dia.

Ancaman lain dari Rusia bahkan termasuk meluncurkan rudal teknologi terbaru seperti Sarmat yang berhulu ledak nuklir dan mampu menjangkau jarak sangat jauh.

Meski demikian, Duta Besar Rusia di Inggris, Andrey Kelin, mengungkapkan bahwa negaranya tidak akan menggunakan senjata Nuklir Taktis di Ukraina. Hal ini mengingat ada aturan yang sangat ketat dalam pemakaiannya.

Dia mengatakan bahwa senjata semacam itu tidak digunakan dalam konflik yang terjadi di Ukraina saat ini ini. Adapun Rusia kemungkinan akan memakainya, terutama ketika keberadaan negara sedang terancam.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Disebut Penjahat Perang, Rusia Panggil Pejabat AS


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading