Lonjakan Kasus Sesuai Prediksi Pemerintah, Covid Terkendali?

News - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 July 2022 18:20
Infografis: Mitos vs Fakta Seputar Omicron Foto: Infografis/Mitos vs Fakta Seputar Omicron/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) terus menanjak di Indonesia. Pemerintah memproyeksikan pekan ini hingga akhir Juli nanti akan menjadi puncak penyebaran virus corona subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Kedua subvarian Omicron tersebut kini menjadi penyebab lebih dari 80% kasus positif di Tanah Air.

Pada Sabtu (16/7/2022) kemarin, jumlah kasus baru tercatat sebanyak 4.329 orang, menjadi yang tertinggi sejak 24 Maret lalu. Kasus sembuh tercatat sebanyak 2.702 orang, dan 6 orang dilaporkan meninggal dunia.

5 provinsi dengan angka kasus aktif tertinggi berada di DKI Jakarta 13.054 kasus, Jawa Barat 6.645 kasus, Banten 2.820 kasus, Bali 1.006 kasus, dan Jawa Tengah 683 kasus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan provinsi DKI Jakarta di level 3 transmisi komunitas penularan Covid-19. Berdasarkan WHO Covid-19 Situation Report - 92 yang rilis pada 13 Juli 2022 lalu, transmisi penyebaran di DKI Jakarta jauh lebih tinggi dibanding 33 provinsi lainnya

"Di tingkat provinsi, pada pekan 4-10 Juli, DKI Jakarta mencatat kasus tertinggi insiden dengan 73,8 per 100.000 penduduk (diklasifikasikan sebagai level transmisi komunitas tingkat sedang (level 3). Sisanya 33 provinsi berada pada tingkat transmisi rendah (level 1) dengan insiden kasus mingguan

Sementara itu rata-rata 7 hari penambahan kasus Covid-19 di Indonesia hingga Sabtu sebanyak 3.241 orang, naik dari pekan sebelumnya 2.347 orang atau mengalami peningkatan sekitar 38%.

Rata-rata tersebut juga menjadi yang tertinggi sejak 1 April lalu.

Dengan penambahan kasus tersebut, positivity rate kini tercatat sebesar 9,08%, di atas batas aman yang ditetapkan WHO sebesar 5%.

Meski demikian, tren kenaikan kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 sejauh ini masih sesuai dengan prediksi pemerintah. Jumlah kasus akibat BA.4 dan BA.5 sebelumnya diperkirakan akan mencapai sepertiga dari kasus Omicron yang saat itu menembus 60.000 orang per hari. Artinya, saat puncak kasus positif BA.4 dan BA.5 bisa mencapai 20.000 orang per hari.

Untuk saat ini penambahan kasus BA.4 dan BA.5 masih di bawah 5.000 orang per hari, dan sudah memasuki puncak kasus hingga dua pekan ke depan, berdasarkan prediksi pemerintah.

Pengetatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah dan program vaksinasi ke-3 yang terus digencarkan pemerintah menjadi salah satu kunci kenaikan kasus Covid-19 masih sesuai prediksi.

Berdasarkan data Sabtu kemarin, jumlah masyarakat yang sudah mendapat vaksinasi ke-3 bertambah sebanyak 28.247 orang menjadi 52.747.194 orang. Kemudian vaksinasi kedua bertambah sebanyak 8.704 orang menjadi 169.514.244 orang. Sementara vaksinasi ke-1 bertambah sebanyak 15.249 orang menjadi 201.907.334 orang.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Maaf Bukan Menakuti, WHO Catat Covid-19 Global Naik Lagi


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading