Terungkap! Alasan Gas Rusia Penting Buat Negara di Eropa

News - Ferry Sandy, CNBC Indonesia
03 July 2022 17:50
Freeport LNG (Photo: Freeport LNG via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara Eropa sangat bergantung pada pasokan gas Rusia. Karenanya, Ketika Presiden Rusia Vladimir Putin membatasi pasokan gasnya, negara lain sudah mulai berteriak.

Bagaimana tidak, Rusia menjadi penyumbang gas alam terbesar untuk Eropa dengan 41%. Negara ini juga memiliki cadangan gas terbesar di dunia. Selain itu, Rusia juga menyediakan 25% impor minyak mentah Eropa, tidak aneh jika Eropa sangat bergantung pada gas alam dan minyak bumi Rusia sangat besar.

Kini, Putin pun menjadikan cadangan SDAnya menjadi senjata untuk menghadapi para negara Eropa. Mengutip The Guardian, saat ini perusahaan energi plat merah Moskow, Gazprom, telah memotong pasokan yang mengalir melalui pipa gas alam utama Eropa, Nord Stream 1, sebesar 60%. Perusahaan itu menyebut langkah ini dilakukan akibat perbaikan yang dilakukan di pipa itu.


Perbaikan ini pun telah memicu pemotongan pasokan di Italia, Austria, Republik Ceko, dan Slovakia. Aliran gas juga telah ditutup ke serangkaian negara lain termasuk Polandia, Bulgaria, Prancis, dan Belanda.

Selain itu, ledakan di fasilitas gas alam cair (LNG) Freeport yang besar di Pantai Teluk Texas, Amerika Serikat (AS) baru-baru ini juga mengalami insiden ledakan. Fasilitas itu sendiri merupakan fasilitas yang penting bagi suplai gas dari AS ke Eropa.

Beberapa pihak mulai memprediksi akan ada krisis energi yang parah di Eropa bila hal ini terjadi. Pasalnya, 40% kebutuhan gas wilayah itu bergantung masih bergantung kepada sumber dari Rusia.

Kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol meminta Eropa perlu segera mempersiapkan diri bila Rusia benar-benar menghentikan pasokannya ke wilayah itu. Ia mengatakan keputusan Moskow saat ini untuk memotong aliran gas bisa jadi merupakan langkah untuk memotong upaya Benua Biru menimbun pasokan

"Saya percaya akan ada langkah-langkah permintaan yang lebih dan lebih dalam (diambil oleh pemerintah di Eropa) saat musim dingin mendekat," kata Birol, menambahkan bahwa penjatahan pasokan gas tetap menjadi kemungkinan nyata jika Rusia memangkas ekspor lebih lanjut, dikutip Jumat (24/6/2022).

Namun, bila langkah ini tidak dapat dilakukan, Eropa akan mengalami pembatasan produksi karena terbatasnya pasokan gas dari Rusia. Ini selanjutnya akan mengganggu pertumbuhan ekonomi wilayah itu.

"Entah pemerintah akan memberlakukan batasan penggunaan energi, atau harga akan menjadi sangat tinggi sehingga tidak ekonomis untuk digunakan," tambahnya.

"Mungkin ada titik kritis jika Rusia menghentikan aliran gas musim dingin ini saat penggunaan tinggi. Bahkan selama perang dingin, Rusia adalah pemasok energi yang dapat diandalkan. Sekarang tautan itu telah terputus."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jerman Dukung Penuh Ukraina


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading