Bukti Covid BA.4-BA.5 di RI Menuju Puncak Kasus, Siap-siap!

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
02 July 2022 21:15
Waspada RI! Omicron 'Siluman' BA.2 Muncul, Lebih Berbahaya?

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksikan rantai penularan Covid-19 akan mengalami lonjakan pada pekan kedua dan ketiga Juli 2022. Hal ini dikarenakan kemunculan dua sub-varian Omicron, BA.4 dan BA.5.

Dia mengatakan, prediksi dibuat sesuai dengan apa yang terjadi di Afrika Selatan sebelumnya. Di mana lonjakan dan puncak kenaikan kasus terjadi sebulan setelah kasus pertama ditemukan.

Oleh karena itu, pihaknya menyebut telah memberlakukan langkah-langkah pencegahan, seperti pemantauan langsung serta percepatan booster vaksin Covid-19.


"Kami akan tetap menjaga standar protokol kesehatan yang ada, mempercepat vaksin booster, melakukan sero-surveilans ketiga pada akhir Juni-awal Juli," kata Budi dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (2/7/2022).

Seperti diketahui tren kasus Covid-19 di Indonesia diketahui sedang mengalami kenaikan. Rata-rata tujuh hari dari kasus baru harian naik 70% menjadi 1.688 pada 25 Juni. Padahal pada pekan sebelumnya, angka rata-rata menyentuh 996 kasus.

Selain itu, angka positivity rate telah naik menjadi 3,8% dari yang sebelumnya berada di level 3,4%.

Indonesia sendiri sebelumnya pada 18 Mei mencabut mandat masker untuk kegiatan di luar ruangan bagi seluruh warga kecuali lansia dan warga yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Langkah ini sendiri mendapatkan kontra dari ahli medis. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pekan lalu meminta agar pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan pelonggaran masker ini.

Meski begitu, ahli epidemiologi yang terlibat dalam survei sero-surveilans yang ditugaskan pemerintah sebelumnya, Pandu Riono, mengatakan bahwa selama masyarakat memiliki kekebalan tinggi yang ditimbulkan dosis vaksin dan booster serta mematuhi protokol kesehatan yang masih berlaku, penyebaran virus akan terkendali bahkan meskipun subvarian lebih menular.

"Kita harus tetap waspada menghadapi virus yang terus berkembang. Kita harus siap beraktivitas seperti biasa dengan risiko penularan yang terus berlanjut. Sementara pemerintah terus memperkuat sistem kesehatan masyarakat," kata Pandu.

"Indonesia memiliki imunitas yang tinggi, namun perlu perlindungan yang lebih besar karena belum semua masyarakat memiliki vaksin booster," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jabar Teratas, Inilah 5 Provinsi dengan Kasus Covid Terbanyak


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading