Ledakan Guncang Mykolaiv Ukraina, 21 Orang Tewas Kena Rudal

News - Romys. B, CNBC Indonesia
02 July 2022 14:00
Foto udara memperlihatkan petugas penyelamat bekerja di bangunan tempat tinggal yang rusak akibat serangan rudal Rusia di desa Serhiivka, wilayah Odesa, Ukraina, Jumat (1/7/2022). Sedikitnya 21 orang tewas dan 38 lainnya cedera dalam serangan rudal Rusia di sebuah blok apartemen dan pusat rekreasi di kota resor barat daya Odessa. (Photo by Metin Aktas/Anadolu Agency via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan dahsyat mengguncang kota Mykolaiv, Ukraina, pada Sabtu (2/7/2022) pagi waktu setempat. Sedikitnya 21 orang tewas ketika rudal Rusia menghantam sebuah gedung apartemen di dekat pelabuhan Laut Hitam, Odesa.

Walikota Mykolaiv Oleksandr Senkevich mengungkapkan, sebelum ledakan, sirine serangan udara terdengar di seluruh wilayah Mykolaiv, yang berbatasan dengan pelabuhan ekspor yang penting di Odesa. "Ada ledakan kuat di kota! Tetap di tempat perlindungan!," ujarnya dikutip laman Reuters, Sabtu (2/7/2022).

Saat ini belum diketahui penyebab ledakan tersebut. Yang pasti, ledakan itu meratakan separuh bagian dari gedung apartemen saat penduduk tidur pada hari Jumat.


Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengecam serangan itu sebagai kesengajaan. "[Mereka] dengan sadar, sengaja menargetkan teror, dan bukan semacam kesalahan atau serangan rudal kebetulan," ucapnya.

Moskow telah mengintensifkan serangan rudal jarak jauhnya, menghantam sasaran sipil jauh dari garis depan. Rusia menyebut telah membidik situs militer.Namun, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, mengutip pernyataan Presiden Vladimir Putin, mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Rusia tidak pernah menargetkan warga sipil.

Sebelumnya, rudal Rusia juga menghantam pusat perbelanjaan yang ramai di Ukraina tengah pada awal pekan dan menewaskan sedikitnya 19 orang.

Ribuan warga sipil telah tewas sejak Rusia menyerang Ukraina sejak 24 Februari lalu. Meski korban terus berjatuhan, Moskow berdalih apa yang mereka lakukan sebagai "operasi khusus" untuk membasmi kaum nasionalis. Ukraina dan sekutu Baratnya mengatakan itu adalah perang agresi yang tidak beralasan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

5 Senjata Mematikan Rusia Ini Bisa Akhiri Perang di Ukraina


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading