Jokowi Satu-satunya Presiden Asia yang ke Ukraina Saat Perang

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
29 June 2022 17:15
Presiden dan Ibu Iriana turun dari kereta disambut oleh Deputi Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Senik, Kepala Komisi Hubungan Antar Pemerintah Ukraina-Indonesia Taras Kachka, dan pejabat KBRI Kyiv. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya tiba di Kyiv, Ukraina setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 11 jam dengan menggunakan kereta dari Stasiun Przemysl Glowny, Przemysl, Polandia.

Jokowi menjadi kepala negara di kawasan yang pertama menginjakkan kakinya di Ukraina yang saat ini masih menjadi medan perang. Sebelumnya, hanya kepala negara dari negara-negara Eropa yang mengunjungi Ukraina.


"Presiden Jokowi adalah kepala negara pertama dari Asia [yang menginjakkan kaki di Ukraina]," kata Ari Dwipayana, Koordinator Staf Khusus Presiden, dikutip melalui laman Instagram resminya, Rabu (29/6/2022).

Sebelum Jokowi, sudah ada beberapa kepala negara yang mengunjungi Ukraina. Mereka adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Uni Eropa dan Sekretaris Jenderal PBB.

Presiden dan Ibu Iriana turun dari kereta disambut oleh Deputi Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Senik, Kepala Komisi Hubungan Antar Pemerintah Ukraina-Indonesia Taras Kachka, dan pejabat KBRI Kyiv. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)Foto: Presiden dan Ibu Iriana turun dari kereta disambut oleh Deputi Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Senik, Kepala Komisi Hubungan Antar Pemerintah Ukraina-Indonesia Taras Kachka, dan pejabat KBRI Kyiv. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

"[Jokowi] juga kepala kepala negara pertama dari Gerakan Non Blok yang mengunjungi Ukraina," kata Ari.

Ari mengatakan, kedatangan Jokowi ke Ukraina menjadi lebih istimewa karena kepala negara juga akan bertolak ke Rusia. Jokowi akan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berdialog dan mengatasi masalah krisis pangan.

Ari mengemukakan, misi perdamaian ini merupakan bagian dari tanggung jawab Indonesia sebagai negara yang memegang keketuaan G20 dan secara historis menjadi pendiri Gerakan Non Blok dan perintis Konferensi Asia Afrika.

"Yang harus menyuarakan kepentingan negara Asia-Afrika dan Amerika Latin," jelas Ari.

Ari mengatakan, perjalanan diplomatik ke Ukraina dan Rusia tidaklah mudah. Namun, ia menegaskan, Indonesia telah berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa pemerintah tidak akan menunggu terlalu lama.

"Presiden datang langsung menemui pimpinan tertinggi dua negara untuk menyerukan perdamaian karena perang telah membawa korban jutaan rakyat di negara berkembang dan miskin," jelasnya.

Presiden dan Ibu Iriana turun dari kereta disambut oleh Deputi Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Senik, Kepala Komisi Hubungan Antar Pemerintah Ukraina-Indonesia Taras Kachka, dan pejabat KBRI Kyiv. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)Foto: Presiden dan Ibu Iriana turun dari kereta disambut oleh Deputi Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Senik, Kepala Komisi Hubungan Antar Pemerintah Ukraina-Indonesia Taras Kachka, dan pejabat KBRI Kyiv. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Krisis energi, krisis pangan, dan lonjakan inflasi telah menyebabkan banyak negara terancam menjadi negara gagal. Berhentilah berperang, seluruh dunia telah merasakan dampaknya," tegas Ari.

Adapun agenda kegiatan Jokowi di Ukraina akan dimulai dengan mengunjungi puing kompleks Apartemen Lipky di Kota Irpin. Jokowi juga diagendakan berkunjung ke Pusat Ilmiah dan Bedah Endokrin, Transplantasi Organ dan Jaringan Endokrin Ukraina.

Pada siang harinya, Jokowi akan bertolak ke Istana Maryinsky untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ukraina Minta Bantuan Senjata ke RI, Jawaban Jokowi Disorot


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading