Top! Pekerja Industri Migas RI Mulai Diperhitungkan Global

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
28 June 2022 15:45
Konfrensi Pers Indonesia HR Summit 2022 (IHRS) di Bali, Selasa (28/6/2022). (CNBC Indonesia/ Verda Nano Setiawan) Foto: Konfrensi Pers Indonesia HR Summit 2022 (IHRS) di Bali, Selasa (28/6/2022). (CNBC Indonesia/ Verda Nano Setiawan)

Bali, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat pekerja industri hulu migas asal tanah air mulai diperhitungkan di kancah global.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menilai kepercayaan perusahaan global terhadap tenaga kerja dari Indonesia dari waktu ke waktu semakin membaik. Hal tersebut tercermin dari beberapa perusahaan migas yang mulai mempercayakan posisi strategis kepada pekerja asal Indonesia.

Seperti BP misalnya, mempercayakan tiga orang pekerja asal Indonesia untuk ditempatkan di operasi global mereka. Hal tersebut menurut Dwi merupakan sesuatu capaian yang cukup positif.


"Di ExxonMobil, akhir tahun lalu Azi Alam (Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia) ke houston. Saya pikir ini sesuatu yang bagus dan banyak dicontoh oleh KKKS yang lain bahwa ternyata terjadi? karena kolaborasi human resource hulu migas ini cukup bagus," kata dia dalam acara Indonesia Human Resources Summit (IHRS) 2022 Bali, Selasa (28/6/2022).

Selain itu, Dwi menilai Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peranan yang strategis sebagai enabler dan strategic partner. Terutama di tengah kondisi Hulu Migas yang sedang berusaha memenuhi target produksi migas nasional.

Karena melalui fungsi SDM lah, dapat dilakukan perubahan mindset pegawai, pengembangan SDM yang handal dalam suatu talent pool, membangun insan hulu migas yang kompeten dan menjadi center of excellence dengan infrastruktur pengelolaan SDM yang mendukung.

Untuk diketahui, berdasarkan data SKK Migas pada tahun 2020, jumlah pekerja di Industri hulu migas tercatat sebanyak 22.609 pekerja. Sementara pada kuartal 1 2022, pekerja di industri migas sudah tercatat, 19.243 pekerja dan diperkirakan pada kuartal 2 juga terus meningkat.

Adapun pada tahun ini, setidaknya terdapat sejumlah tantangan kerja di bidang SDM, diantaranya kelangkaan tenaga ahli (master expert migas) dan proses alih kelola untuk wilayah-wilayah kerja kontrak kerja sama yang secara langsung berpengaruh terhadap kebutuhan tenaga kerja.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani Siap Dukung Pemberian Insentif Hulu Migas


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading