Dolar Effect, Pangan Impor Ini Paling Rentan Kena Imbasnya

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
21 June 2022 16:00
harga gula pasir Foto: dce

Jakarta, CNBC Indonesia - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak terhadap mahalnya berbagai kebutuhan, mulai dari produk elektronik hingga kebutuhan pokok khususnya pangan impor. Akibat fenomena ini, masyarakat menengah ke bawah yang bisa jadi paling terdampak.

"Yang jelas masyarakat berpendapatan rendah yang paling tergerus daya belinya akibat kenaikan harga barang-barang akibat pelemahan rupiah," kata Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/6/22).

Namun, Ia belum bisa menentukan berapa nilai kenaikannya, karena bergantung pada masing-masing harga kebutuhan pokok. Namun, kebutuhan pokok tersebut umumnya hanya tersedia sedikit dari produksi di dalam negeri, atau bisa dibilang ketergantungan ekspor.


"Barang konsumsi yang kita tidak bisa atau belum mencukupi diproduksi di dalam negeri. Bahan pangan yang masih bergantung pasokan impor misalnya gandum, kedelai, daging sapi, dan lain-lain. Pupuk yang dibutuhkan bagi pertanian dan pangan sebagian juga masih bergantung pada impor," jelas Faisal.

Berbagai kebutuhan tersebut umumnya digunakan sebagai bahan baku untuk produk jadi, misalnya gandum untuk bahan baku makanan dan minuman, begitu juga kedelai untuk produksi tahu dan tempe. Namun, daging sapi yang biasanya langsung dijual biasanya lebih terkena pengaruh.

"Mestinya impor barang jadi yang lebih besar efeknya," sebut Faisal.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Anak Buah Jokowi Angkat Bicara soal Minyak Goreng


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading