Internasional

Putin Samakan Dirinya dengan Peter The Great, Siapa Dia?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
10 June 2022 19:35
Russian President Vladimir Putin watches a military parade on Victory Day, which marks the 77th anniversary of the victory over Nazi Germany in World War Two, in Red Square in central Moscow, Russia May 9, 2022. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. THIS PICTURE WAS PROCESSED BY REUTERS TO ENHANCE QUALITY. AN UNPROCESSED VERSION HAS BEEN PROVIDED SEPARATELY. Foto: via REUTERS/SPUTNIK

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin menyamakan dirinya dengan raja Rusia Peter the Great, tsar yang memimpin penaklukan pantai Baltik melawan Swedia selama perang abad ke-18.

Hal ini disampaikannya setelah mengunjungi pameran yang didedikasikan untuk ulang tahun ke-350 bertajuk Peter the Great: The Birth of the Empire di Taman bersejarah My History di VDNKh, Moskow.

Putin juga mengatakan tentang kebutuhan negaranya untuk "mengambil kembali" wilayah dan "mempertahankan diri" ketika pasukan Kremlin melanjutkan perang di Ukraina Timur pada Kamis (9/8/2022).

Ya, ada saat-saat dalam sejarah negara kita ketika kita dipaksa untuk mundur, tetapi hanya untuk mendapatkan kembali kekuatan kita dan bergerak maju.Vladimir Putin, Presiden Rusia

Pemimpin Rusia berusia 69 tahun itu juga menarik kesejajaran antara pendirian St. Petersburg oleh Peter the Great dan ambisi Rusia modern saat ini.

"Anda mendapatkan kesan bahwa dengan melawan Swedia [Peter] meraih sesuatu. Dia tidak mengambil apa-apa, dia mengambilnya kembali," kata Putin kepada sekelompok pengusaha muda saat pameran, dikutip dari Al Jazeera.

Ketika Peter the Great mendirikan St. Petersburg dan mendeklarasikannya sebagai ibu kota Rusia, Putin mengatakan tidak ada negara di Eropa yang mengakui wilayah tersebut sebagai milik Rusia.

"Semua orang menganggapnya sebagai bagian dari Swedia. Tetapi sejak dahulu kala, Slavia telah tinggal di sana bersama orang-orang Finno-Ugric," tambahnya.

"Adalah tanggung jawab kami juga untuk mengambil kembali dan memperkuat (Rusia)," kata Putin, dalam referensi yang jelas untuk serangan Rusia di Ukraina.

"Ya, ada saat-saat dalam sejarah negara kita ketika kita dipaksa untuk mundur, tetapi hanya untuk mendapatkan kembali kekuatan kita dan bergerak maju."

Peter the Great sendiri merupakan seorang modernis otokratis yang dikagumi oleh orang Rusia liberal dan konservatif. Pemilik nama Peter I atau Pyotr Alekséyevich telah memerintah selama 43 tahun dan memberikan namanya ke ibu kota baru, St Petersburg yang juga merupakan kota asal Putin.

In this Sept. 2010 photo released on Saturday, Oct. 30, 2010, Russian Prime Minister Vladimir Putin rides a horse during his trip in Ubsunur Hollow in the Siberian Tyva region (also referred to as Tuva), on the border with Mongolia, Russia. (AP Photo/RIA Novosti, Alexei Druzhinin, Pool)Vladimir Putin menunggang kuda. (AP Photo/RIA Novosti, Alexei Druzhinin, Pool)

Ibu kota tersebut ia pesan untuk dibangun di atas tanah yang ia taklukkan dari Swedia. Itu adalah proyek yang menelan korban puluhan ribu budak, wajib militer sebagai pekerja paksa untuk membangun "jendela ke Eropa" Peter di rawa-rawa pantai Laut Baltik.

Kekalahan Swedia dalam Perang Utara Besar (1700-1721) menjadikan Rusia kekuatan utama di Laut Baltik dan pemain penting dalam urusan Eropa. Peter I pertama kali memerintah sebagai tsar dan kemudian sebagai kaisar dari tahun 1682 sampai kematiannya pada tahun 1725.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Dunia Batal, Ini Kata Putin


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading