Honorer Bikin Tekor, Sri Mulyani: Pemda Enak Minta Uang Saja

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
09 June 2022 13:25
Indonesian Finance Minister Sri Mulyani Indrawati answers questions during an interview at the World Bank in Washington, U.S., April 22, 2022. REUTERS/Evelyn Hockstein Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani (REUTERS/Evelyn Hockstein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merasa geram dengan upaya pemerintah daerah (Pemda) dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat melakukan rapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Selasa (7/6/2022).

Rasa kecewa Sri Mulyani terhadap pemda disampaikan Sri Mulyani usai anggota DPD Ajiep Padindang meminta kepada bendahara negara tersebut adanya tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) pemda, untuk membayar pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), terutama guru honorer.

Dalam kesempatan tersebut Ajiep meminta agar pemerintah pusat menambah anggaran DAU tahun anggaran 2022.

"Tolong ada tambahan DAU 2022 untuk menutupi belanja PPPK, terutama guru-guru honorer, dan sebentar lagi harus mengangkat PPPK Kesehatan untuk 2022," jelas Ajiep dalam rapat kerja DPD dengan pemerintah, dikutip Kamis (9/6/2022).

Ajiep bilang, seringkali jumlah anggaran tahun berjalan dengan yang sudah dianggarkan tahun sebelumnya tidak menutupi.

"Arah penggunaan DAU disampaikan oleh pemerintah daerah hanya sampai November-Desember 2021, namun penerimaan PPPK berlangsung pada Februari-Maret 2022. Sehingga anggaran 2021 untuk APBD 2022, tekor lah dia (Pemda), dan diharapkan diminta dahulu ke Kemenkeu," kata Ajiep lagi.

Menanggapi pernyataan Ajiep, Sri Mulyani mengatakan, memang sudah ada kebijakan untuk penghentian honorer dan menjadi PPPK. Pada 2019 sesuai permintaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk ada tambahan rekrutmen 1 juta guru.

Namun permintaan itu, kata Sri Mulyani tak terealisir semuanya. "Hanya 150 (yang diterima) dan semuanya sudah dihitung di dalam DAU penghitungan," tutur Sri Mulyani.

Rapat Kerja Komite IV DPD RI dengan Menteri Keuangan RIFoto: Rapat Kerja Komite IV DPD RI dengan Menteri Keuangan RI
Rapat Kerja Komite IV DPD RI dengan Menteri Keuangan RI

Menurut Sri Mulyani seharusnya pemerintah daerah bisa meminta terlebih dahulu kepada DPRD setempat untuk adanya perubahan APBD. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan oleh Pemda.

"Paling enak dan paling mudah meminta ke saya, padahal saya juga sudah ganti-ganti APBN. Saya tau fungsi daerah punya DPD, DPR, dan aspirasinya ke sana. Lebih enak pressure ke saya, daripada negosiasi ke DPRD. Hidup kadang-kadang tidak enak, dan harusnya sama-sama mengelola (keuangan negara)," jelas Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dana Pemda 'Ngendon' di Bank Rp 183 T, Anies Paling Banyak!


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading