Jepang 'Kiamat' Populasi, Rekor Kelahiran Terendah di 2021

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
03 June 2022 21:06
Seorang penduduk bertepuk tangan untuk memanggil 'AIBO', robot anjing peliharaan di rumah perawatan Shin-tomi di Tokyo, Jepang, 2 Februari 2018. REUTERS / Kim Kyung-Hoon

Jakarta, CNBC Indonesia - Data pemerintah Jepang melaporkan  jumlah kelahiran negara itu mencapai rekor terendah terjadi pada tahun 2021. Fakta tersebut mendorong penurunan alami terbesar dalam populasi Jepang.

Data kementerian kesehatan menyebutkan tahun lalu dilaporkan kelahiran mencapai angka 811.604 orang, dikutip dari Reuters, Jumat (3/6/2022).

Sementara itu kematian naik menjadi 1.439.809 orang. Hal ini menyebabkan penurunan keseluruhan pada populasi sebanyak 628.205 orang.


Sedangkan tingkat kesuburan keseluruhan, yakni jumlah rata-rata anak yang lahir dari seorang wanita seumur hidupnya, turun juga menjadi 1,3. Ini terjadi selama enam tahun berturut-turut.

 Jepang memiliki salah satu populasi penuaan tercepat di dunia. Tren tersebut juga diperparah karena pandemi Covid-19.

Reuters melaporkan pandemi Covid-19 membuat Jepang mempercepat penyusutan tenaga kerjanya.

Pada tahun 2020, jumlah kelahiran bayi turun menjadi 840.832 orang. Angka tersebut turun dari tahun 2019 sebanyak 2,8%.

Laporan Reuters juga menuliskan angka kelahiran tersebut menjadi yang terendah sejak pencatatan dimulai tahun 1899.

Jumlah pernikahan terdaftar di Jepang turun 12,3% tahun 2020 lalu menjadi 525.490. Angka tersebut juga menjadi yang terendah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sosok Kontroversi, Politisi Jepang Shintaro Ishihara Wafat


(npb/npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading