Internasional

Perang Segera Damai? Putin Beri Sinyal Mau Bicara ke Zelensky

News - sef, CNBC Indonesia
02 June 2022 07:40
In these frames from Feb. 24, 2022, videos, Russian President Vladimir Putin, left, speaks in Moscow and Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy speaks in Kyiv. (Russian Presidential Press Service and Ukrainian Presidential Press Office via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia memberi sinyal pemimpinnya Presiden Vladimir Putin mau berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Hal ini ditegaskan Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Rabu (1/5/2022) sebagaimana dikutip Reuters, Kamis.

Namun menurutnya pembicaraan semacam itu perlu dipersiapkan sebelumnya. Lagipula, tambahnya, dokumen perdamaian dengan Ukraina telah berhenti sejak lama dan belum dimulai kembali.


Selain itu, tegasnya ke wartawan dalam sambungan telepon, ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan. Sepeti orang-orang di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia- seperti Kherson, Zaporizhzhia dan Donbas- harus memutuskan masa depan mereka sendiri.

"Kremlin tidak ragu mereka akan membuat keputusan terbaik," tambahnya.

Perang Rusia Ukraina sendiri telah berlangsung hampir empat bulan. Moskow menyerang Kyiv sejak 24 Februari lalu dan menyebabkan krisis pengungsi terbesar di Europa setelah Perang Dunia 2.

Sementara itu, di lapangan pasukan Rusia masih terus mengintensifkan serangan ke Ukraina Timur. Wilayah yang kini ditarget adalah pusat industri, Sievierodonetsk.

Selasa, dilaporkan bagaimana Rusia menguasai sebagian kota. Dalam update terbaru Rabu, dikatakan 70% kota di bawah kendali Rusia.

"Musuh telah memasuki pusat Sievierodonetsk dan mencoba untuk mengambil posisi," kata Juru Bicara Militer Ukraina Oleksandr Motuzyanyk dalam sebuah pengarahan.

Jika Rusia merebut kota itu, termasuk kota lain Lysychansk, Kremlin akan resmi menguasai seluruh Luhansk. Luhansk adalah salah satu dari dua provinsi di Donbas yang diklaim Moskow kemerdekannya sebagai negara.

Zelensky sendiri menyebut serangan Rusia di Sievierodonetsk membabi buta dan gila. Bom tak segan dilempar ke pabrik kimia setempat.

"Mengingat adanya produksi kimia skala besar di Severodonetsk, serangan tentara Rusia di sana termasuk pengeboman udara membabi buta, sungguh gila," kata Zelensky dalam sebuah pesan video, dikutip AFP.

"Tetapi pada hari ke-97 perang seperti ini, tidak lagi mengejutkan bahwa bagi militer Rusia- bagi komandan Rusia, bagi tentara Rusia- kegilaan apa pun benar-benar dapat diterima."

Di sisi lain Amerika Serikat (AS) disebut akan memberikan sistem roket canggih baru ke Ukraina, HIMARS. Ini termasuk paket amunisi, radar anti-tembak, radar pengawasan udara, rudal anti-tank Javelin tambahan dan senjata anti-armor.

Keputusan untuk memberi Ukraina sistem roket dibuat setelah Washington menerima jaminan dari Kyiv. Bahwa senjata itu tidak akan digunakan untuk mencapai target di dalam wilayah Rusia, yang bisa memperluas perang.

Ukraina memang mencari Multiple Rocket Launch Systems (MLRS) seperti M270 dan M142 HIMARS. Ini untuk memberikan lebih banyak daya tembak pada jarak yang lebih jauh untuk mencapai konsentrasi pasukan Rusia dan persediaan senjatanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Batalkan Rencana Damai dengan Ukraina, Ini yang Terjadi


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading