Jokowi Bakal Bangun Jalan Baru Sepanjang 303,63 km di 2023

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
01 June 2022 12:45
Presiden Joko Widodo beserta Iriana Joko Widodo berkunjung ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (1/6/2021). Dalam kunjungannya Presiden dan Iriana melihat berbagai macam barang-barang peninggalan Bung Karno bersama keluarga selama diasingkan, seperti lukisan tangan Bung Karno dan naskah drama sandiwara yang terukir kesan mendalam akan nilai persahabatan, kerakyatan, dan cintanya terhadap alam. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, alokasi anggaran pembangunan infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sebesar Rp 367,7 triliun hingga Rp 417,7 triliun.

Alokasi anggaran pembangunan infrastruktur tahun depan mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode APBN 2022 yang sebesar Rp 365,8 triliun. Pembangunan infrastruktur, kata dia tetap menjadi fokus belanja prioritas negara tahun depan.

"Pembiayaan infrastruktur akan difokuskan untuk yang bisa diselesaikan pada tahun 2023 atau semester I-2024," jelas Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, dikutip Rabu (1/6/2022).



Untuk bisa mewujudkan akuntabilitas dari pemerintahan dalam mengakselerasi dan pembangunan infrastruktur dimulai dari penyediaan air minum, pengolahan limbah energi pangan, dan konekivitas serta infrastruktur jalan, serta infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Dalam paparan yang ditampilkan Sri Mulyani pembangunan infrastruktur tahun depan secara rinci antara lain:

Infrastruktur pelayanan dasar

- Rumah susun 5.400 unit dan rumah khusus 2.261 unit
- Sistem penyediaan air minum
- Sistem pengolahan air limbah

Infrastruktur energi dan pangan

- Pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang Tahap I (Ruas Semarang-Batang) 62,4 km
- Jaringan irigasi 180.000 hektar

Infrastruktur konektivitas

- Jalan baru 303,63 km, jalan bebas hambatan 15 km
- Jembatan baru 7.572 m
- Jalur kereta api 166,7 km'sp (kilometer spoor)
- Bandara Baru di 6 lokasi

Infrastruktur TIK

- 4.069 BTS di daerah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal).
- Jaringan internet melalui satelit satria I

Selain itu, belanja infrastruktur juga akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar di ibu kota negara (IKN). Sri Mulyani menjelaskan bahwa pembangunannya sudah dimulai tahun ini.

"Tahun 2022 kita sudah mulai untuk bangun IKN dan tentu 2023 juga akan makin diakselerasi. Belanja APBN untuk membangun dari mulai infrastruktur dasar, hingga berbagai fasilitas pemerintahan yang utama sudah dimulai dan akan diteruskan pada tahun depan," jelas Sri Mulyani.




Sayangnya tidak dijelaskan berapa total belanja APBN 2023 untuk pembiayaan IKN. Namun sebelumnya, Sri Mulyani pernah mengungkapkan pembangunan IKN dalam APBN 2023 sebesar Rp 27 triliun hingga Rp 30 triliun.

"Kementerian yang sangat penting adalah Kementerian PUPR, Kemenhub, Kemenhan dan Polri karena harus didesain dari awal untuk aspek sarana keamanan dan pertahanan. Serta Kemendikbud dan Kemenkes karena sarana pendidikan dan kesehatan paling tidak yang awal harus sudah dimulai," ujar Sri Mulyani lagi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pak Jokowi! Ada 'Jalan Neraka' Dekat Jakarta, Kapan Dibangun?


(cap/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading