Jokowi Diam-diam Rapatkan Barisan, Bahas Vaksin Kedaluwarsa

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
31 May 2022 11:52
Pernyataan Presiden RI terkait Vaksinasi Covid-19, Istana Merdeka, (30/5/2022). (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini menggelar rapat terbatas secara tertutup dengan jajaran menterinya untuk membahas vaksin Covid-19 yang sudah memasuki masa kedaluwarsa.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengemukakan sampai saat ini memang ada 474 juta dosis vaksin yang dimiliki Indonesia. Ratusan juta vaksin tersebut berasal dari vaksin yang memang dibeli dan hibah dari negara lain.




"Dari 474 juta dosis vaksin sekitar 130 juta adalah vaksin hibah atau donasi. Jadi pemerintah tidak mengeluarkan uang untuk memperolehnya," kata Budi dalam konferensi pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (31/5/2022).

Namun, Budi mengakui, stok vaksin yang dimiliki pemerintah akan kembali bertambah dalam waktu dekat. Catatan pemerintah, sebanyak 74 juta dosis vaksin akan datang secara bertahap hingga akhir tahun.

"Dari 74 juta itu sekitar 15 juta sisa kontrak di awal 2021 yang akan terkirim sesudah bulan Juni sampai akhir tahun. Sisanya sekitar 50 juta itu hibah, dan akan lebih banyak vaksin hibah yang akan datang," katanya.

Budi mengakui, vaksin hibah yang diberikan oleh sejumlah negara berkembang memang sebagian besarnya sudah mendekati masa kadaluwarsa. Namun, Budi mengatakan, ada sebagian vaksin yang dibeli juga sudah mendekati masa kadaluwarsa.

"Ini masih disimpan di lemari es seluruh provinsi daerah," kata Budi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bersiap! Diam-diam Jokowi Sudah Siapkan Skenario Endemi


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading