Ratusan CPNS Mendadak Mundur, Profesi PNS Tak Seindah Dulu?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
29 May 2022 07:30
Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 mulai digelar secara serentak di sejumlah titik lokasi salah satunya di Kantor Regional V Badan Kepegawaian Negara Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.  Ini merupakan rangkaian tes untuk tahun anggaran 2019 yang ini akan dilakukan hingga Februari 2020. Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Paryono menjelaskan sebanyak 3.364.868 peserta yang mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) dari yang mendaftar sebanyak 4.433.029 orang. Adapun pelaksanaan SKD akan terbagi ke maksimal lima sesi per hari, dan setiap sesi berlangsung selama 90 menit.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengundurkan diri. Salah satu alasannya, karena mereka menilai gaji dan tunjangan yang diterima tak sesuai ekspetasi mereka.


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BKN Satya Pertama kepada CNBC Indonesia, dikutip Minggu (29/5/2022). "Kaget melihat gaji dan tunjangan," ujarnya.




Selain soal gaji yang dinilai kecil, Satya juga mengungkapkan, alasan CPNS mengundurkan diri karena mengeluhkan lokasi pekerjaan yang tidak sesuai.



"Juga dapat kesempatan di tempat lain, kehilangan motivasi dan lain-lain," kata Satya.



Adapun BKN melaporkan, jumlah CPNS yang mengundurkan diri berubah dari 105 menjadi 100. Perubahan jumlah tersebut, karena digantikan oleh CPNS lainnya. Sementara yang lolos seleksi berjumlah 112.514 orang.



Berapa sebenarnya gaji PNS sehingga CPNS memutuskan untuk mundur?



Penghasilan PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 15/2019. Besaran gaji pokok PNS berjenjang sesuai golongan dan lama masa kerja yang dikenal dengan masa kerja golongan (MKG).



Besaran gaji PNS, dihitung berdasarkan capaian pendidikan terakhir dan masa kerja mulai dari kurang dari 1 tahun hingga 27 tahun. Gaji terendah PNS adalah golongan 1a yang merupakan lulusan SD-SMP yakni di rentang Rp 1,56 juta hingga Rp 2,33 juta.



Untuk gaji PNS golongan II alias lulusan SMA dan D-III, gaji terendah berada di rentang Rp 2,02 juta hingga Rp 3,37 juta. Sementara itu, gaji tertinggi berada di rentang Rp 2,39 juta hingga Rp 3,82 juta.

Adapun untuk PNS golongan III yang merupakan lulusan S1 hingga S3 besarannya pun bervariasi, di mana yang terendah dan golongan IIIa yakni berada di rentang Rp 2,57 juta hingga Rp 4,2 juta dan tertinggi di rentang Rp 2,92 juta hingga Rp 4,79 juta.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ogah Dapat Sisaan, Pemerintah Tawarkan Gaji Selangit ke PNS!


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading