Lagi! Empat Orang Terancam Masuk Bui Gegara SPT Pajak

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
27 May 2022 16:50
Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengingatkan para wajib pajak untuk melaporkan hartanya dengan mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Saat mengisi harus dilakukan dengan jujur tanpa menyembunyikan harta yang dimiliki karena bisa dikenakan sanksi.

Tak tanggung-tanggung, sanksi yang diberikan kepada Wajib Pajak yang dengan sengaja tak lapor SPT maupun melaporkan atau mengisi data dengan tidak benar adalah penjara.


Sanksi pidana baru-baru ini diberikan kepada Wajib Pajak Kanwil Jakarta Timur. Wajib pajak tersebut diketahui mengisi SPT nya dengan tidak benar.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Neilmaldrin Noor mengatakan, kejadian ini tidak hanya terjadi kepada WP Kanwil Jaktim. Sebelumnya terjadi juga dengan WP dari kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Bukan satu-satunya. 16 Mei di Yogya, kanwil DIY teman-teman di sana telah melakukan penyelidikan, melakukan penyitaan uang, barang mewah, wajib pajak yang telah disidik karena penyebabnya dia tidak menyampaikan SPT yang benar," kata dia.

Menurutnya, kasus Wajib Pajak yang ditindak pidana di Kanwil DIY berjumlah hingga 4 orang. Namun untuk rincian detailnya Neilmaldrin menyebutkan masih mengumpulkan datanya.

"Totalnya ada 4 orang. Datanya nanti ya kita bagikan," tegasnya.

Adapun sanksi masuk bui ini tertuang dalam Pasal 7 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Selain sanksi bui juga dikenakan denda sebesar Rp 100 ribu bagi WP OP (Orang Pribadi) dan Rp 1 juta bagi WP Badan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mudah! Begini Cara Lapor SPT Pajak Secara Online


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading