Bikin Happy! Sri Mulyani Bawa Kabar Gembira Buat Warga RI

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
29 May 2022 14:15
Indonesian Finance Minister Sri Mulyani Indrawati answers questions during an interview at the World Bank in Washington, U.S., April 22, 2022. REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membawa kabar gembira untuk perekonomian Indonesia, setelah dua tahun lebih pandemi Covid-19 menghantam. Di tengah penularan infeksi virus corona yang melandai, ekonomi kini menggeliat pesat.

"Kegiatan-kegiatan di daerah sudah mulai normalize. Hotel mulai pulih, parkir mulai pulih, restoran mulai pulih," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers APBN Kita edisi Mei 2022, awal pekan ini, dikutip Minggu (29/5/2022).


Salah satu pendorong perekonomian di dalam negeri mulai bangkit, tercermin dari penerimaan Pajak Daerah. Hingga April 2022, pajak daerah yang terkumpul sebesar Rp 51,86 triliun atau naik dibandingkan April 2021 yang sebesar Rp 50,49 triliun.

Hingga April 2022, penerimaan pajak hiburan melonjak lebih dari 196% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Disusul pajak hotel yang tumbuh 83,06%, pajak parkir 37,3%, pajak restoran 37,29%, pajak kendaraan bermotor 14,12%, dan BBNKB 12,18%.

Indeks keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat, ditandai dengan IKK bulan April 2022 sebesar 113,1, lebih tinggi dari 111,0 pada Maret 2022.

Selain itu, ada pemberian THR, dan gaji ke-13 juga terbukti meningkatkan aktivitas penjualan ritel masyarakat di bulan April yang diperkirakan meningkat secara bulanan 6,8% (mtm).

Peningkatan penjualan ritel disumbang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok peralatan informasi dan komunikasi, serta sub kelompok sandang.

Kabar baik lainnya, neraca Perdagangan April 2022 melanjutkan tren surplus (US$ 7,56 miliar) selama 24 bulan berturut-turut, meningkat dari bulan sebelumnya. Realisasi tersebut ditopang ekspor yang naik mencapai US$ 27,32 miliar dan impor US$ 19,76 miliar. Surplus meningkat terutama di sektor nonmigas (komoditas SDA dan manufaktur).

"Pada triwulan II 2022, berbagai indikator dini menunjukkan aktivitas perekonomian yang terus membaik, seperti tercermin pada pertumbuhan positif penjualan eceran, ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur, serta realisasi ekspor dan impor yang tetap tinggi, yang didukung oleh meningkatnya mobilitas dan pembiayaan dari perbankan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam kesempatan terpisah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Erick Thohir Minta Sri Mulyani Mulyani Revisi UU Keuangan


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading