RI Diam-Diam Lagi Siapkan Reformasi Kesehatan Pasca Pandemi

News - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
26 May 2022 16:50
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu Saat Konferensi Pers APBN KITA September 2021. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Jokowi dalam konferensi pers mengumumkan pelonggaran kewajiban penggunaan masker di luar ruangan beberapa waktu lalu. Namun, penggunaan masker tetap disarankan untuk masyarakat yang berkegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan pemerintah memastikan kondisi kesehatan saat ini kondusif buktinya sejak Februari mobilitas masyarakat sudah tinggi, sehingga pendanaan kesehatan dalam konteks pandemi perlahan berkurang, tapi bakal ada rencana reformasi sektor kesehatan di 2023.

"Tidak semua dana kita gunakan, tapi ada tagihan dari 2021 yang harus dibayar apalagi Indonesia menjadi negara yang menanggung semua dana dalam konteks pandemi, termasuk vaksin oleh negara," jelas Febrio kepada CNBC Indonesia, Kamis (26/5/2022).


Sekarang ini kasus Covid-19 makin turun dan mobilitas makin meningkat. Tercatat tingkat vaksinasi 62% dan pemerintah terus meningkatkan agar bisa sampai pada 70%. Febrio juga menjelaskan kalau pada 2023 dalam penyusunan APBN sudah dengan logika endemi dan kebutuhan untuk kesehatan sudah menurun.

"Pada 2023 akan ada reformasi kesehatan agar tenaga kesehatan dan yang berhubungan kesehatan lainnya bisa ditingkatkan, termasuk juga dalam produksi vaksin," jelas Febrio.

Namun pada 2023, Febrio menjelaskan bahwa tema besarnya adalah human capital. "Pada 2023, ekonomi akan lebih baik, masyarakat sehat, reformasi akan dilakukan sehingga APBN juga sehat," kata Febrio.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO: Bukan Pandemi Covid, Ini yang Bakal Berakhir di 2022


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading