Jokowi Bandingkan Harga BBM RI Dengan Negara Lain, Beda Jauh!

News - Ferry Sandy, CNBC Indonesia
24 May 2022 18:15
Suasana pengisian BBM di SPBU Bojongsari, Jawa Barat, Jumat (14/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa saat ini situasi global sedang mengalami masa sulit, tak terkecuali di Indonesia. Apalagi berurusan dengan masalah energi seperti misalnya Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG) hingga harga listrik.

Presiden Jokowi pada saat pengarahan dalam acara evaluasi aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (24/5/2022) mengatakan bahwa saat ini situasi yang sedang dialami semua negara sangat sulit.

Oleh sebab itu, ia meminta kepada semua pihak untuk memiliki kepekaan atau sense of crisis mengenai keadaan yang dialami oleh semua negara ini.


"Kita tau ketidakpastian global berubah terus hampir tiap hari," ungkap Jokowi, di JCC, Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Jokowi mengatakan, begitu pandemi Covid-19 selesai, semua negara sedang merencanakan pemulihan ekonominya. Namun rencana pemulihan ekonomi terbentur dengan adanya Perang Rusia dan Ukraina. Hal inilah, kata Jokowi, yang membuat setiap negara memiliki perasaan yang sama dalam pemulihan ekonomi.

"Betapa sekarang ini keadaannya tidak mudah, tidak gampang. Saya berikan contoh problem-problem berat. Misalnya energi BBM, gas dan listrik dan kedua panel. Di seluruh negara-negara persoalan masih besar," kata Jokowi.

Atas permasalahan itu, Jokowi membandingkan harga BBM Pertalite dengan harga BBM di Jerman hingga Singapura yang saat ini harganya terlampau sangat jauh.

Jokowi mengatakan, negara-negara lain sudah mengalami kenaikan harga BBM yang tinggi. Misalnya saja Singapura yang saat ini harga BBM-nya mencapai Rp 32.000 per liter. Jerman Rp 31.000, Thailand Rp 27.000 per liter.

"Kita ini masih Rp 7.650. Sekali lagi Rp 7.650. Pertamax Rp 12.500. Yang lain sudah jauh sekali kenapa kita masih seperti ini? Karena kita tahan terus tapi subsidi membesar. Sampai kapan kita menahan?" ungkap Jokowi.

Seperti yang diketahui, akibat pemerintah yang masih menahan kenaikan harga BBM Pertalite. Pemerintah menambah nilai subsidi energi tahun 2022 ini mencapai sekitar Rp 74,9 triliun dengan rincian Rp 71,8 triliun untuk subsidi BBM dan LPG dan Rp 3,1 tirliun untuk subsidi listrik.

Kemudian, untuk kompensasi BBM dan LPG diperkirakan mencapai Rp 324,5 triliun. Ini terdiri dari tambahan kompensasi tahun 2022 sebesar Rp 216,1 triliun yang terdiri dari kompensasi BBM sebesar Rp 194,7 triliun dan kompensasi listrik sebesar Rp 21,4 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Sebut Gak Mungkin Harga BBM Gak Naik, Pertalite Juga?


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading